•  Penjabat Bupati Tana Toraja H. Jufri Rahman, meluncurkan penyaluran dana Program Keluarga Harapan. Launching ditandai penyerahan dana PKH dari Kementerian Sosial RI kepada KSM (keluarga sangat miskin), Jumat (12/02)
  •  Pencairan puluhan triliun dana desa pada April 2015 hampir tanpa persiapan, proses pelaksanaan PNPM-MPd yang menyisakan dana 1,3 Triliun di 54 ribu desa juga berjalan tanpa pendampingan..
  •  Uforia pengesahan UU Desa menggema di seantero negeri. Penetapan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa ini menandai era baru dan meneguhkan eksistensi desa dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaturan desa dalam undang-undang ini merupakan upaya untuk melindungi dan memberdayakan desa agar semakin kuat, maju mandiri dan sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut, beberapa hak dan wewenang diberikan kepada.........
  • Semenjak masuknya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ke Lembang/Kelurahan, pembangunan sarana fisik dan infrastruktur Lembang/Kelurahan kian hari kian menampilkan perubahan. Bangunan sekolah, jalan rabat, irigasi, jembatan, posyandu, tembok penahan tanah dan serangkain program lainnya seringkali membantu membantu masyarakat keluar dari masalah. Hanya saja apapun program yang hendak diterapkan selalu perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas para pelaksana progam.
  • Peningkatan kapasitas merupakan salah satu agenda penting dan strategis dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hakekat pemberdayaan masyarakat adalah upaya sistematis untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kritis
  • Guna terpenuhinya prinsip PNPM Mandiri Perdesaan yakni DOUM (Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat) dan agar berkembang dan terlestarikannya Unit Pengelola Kegiatan yang mengelola kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan termasuk Simpan Pinjam Kelompok (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), maka pada hari Jumat, 23 Agustus 2013, UPK Kec.Makale menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Perguliran ke 2 Tahun 2013.
  • Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) sebagai Program Pro Rakyat dan telah terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat Perdesaan, berdasarkan penilitian, ataupun survey dari lembaga-lembaga yang berwenang.
  • Sebagai bentuk kepedulian pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja terhadap sesama dan sebagai rasa syukur terhadap selesainya penyelenggaraan perayaan Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, hari ini, Selasa, 12 Februari 2013, Pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, melakukan kunjungan sosial ke rumah sakit Kusta Batulelleng di Rantepao.
  • Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tana Toraja untuk mendukung program PNPM, karena kualitas dari hasil pekerjaan PNPM - Mandiri Perdesaan telah terbukti, dan sebagus dan sebaik apapun program Pemerintah jika masyarakat tidak mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program pembangunan tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) kabupaten Tana Toraja Region 1, yang meliputi Kecamatan Kurra, Kecamatan Saluputti dan Kecamatan Malimbong Balepe' menggelar Pelatihan Kepala Lembang/Lurah, Sekretaris Lembang/Lurah dan BPL/LKMK di Aula Hotel Sanggalla'
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja mengakui data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akurat. Pasalnya, data yang digunakan untuk penyaluran BLSM tidak mengakomodir semua warga miskin yang ada di wilayah Tana Toraja. “Banyak warga kurang mampu di Tana Toraja yang tidak masuk daftar penerima BLSM karena  data
  • Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) menyatakan prihatin dan protes atas kelalaian pemerintah yang telat memberikan gaji selama lebih dua bulan kepada para fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan. IPPMI menyayangkan sikap pemerintah yang seakan membiarkan keterlambatan pemberian gaji tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri pedesaan (PNPM-MPd) merupakan salah satu bagian integral dalam pembangunan daerah, namun demikian keberhasilan yang dicapai bukan hanya melalui indikator bangunan fisik semata, tetapi lebih dari itu bagaimana menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang mampu memberikan pastisipasinya dalam pembangunan.  Demikian yang diungkapkan Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang...
  • Pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ditingkat Kecamatan dan Lembang/Kelurahan se-Kabupaten Tana Toraja mendapat penghargaan si Kompak Award yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Ruang Belajar Masyarakat (RBM) bekerja sama dengan Satker PNPM – Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja.  Acara yang bertajuk “Anugerah SIKOMPAK Award 2012” ini, diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2013 bertempat di......
  • tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah....
  •  sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar yang kurang mampu, maka unit pengelola kegiatan (upk) kecamatan makale utara, kabupaten tana toraja akan memberikan beasiswa bagi pelajar sma dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu se kecamatan makale utara. demikian disampaikan Ketua UPK Makale Selatan, Ruth Y. Padang, pada acara penyerahan bantuan Beasiswa, Sabtu (9/2).
  •  PEMBINAAN kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Pembinaan dilakukan agar kelompok SPP tak hanya mendapatkan manfaat berupa pinjaman dana saja, tetapi juga terampil dalam mengelola dana pinjaman itu. Dengan demikian, anggota kelompok berpotensi lebih besar dalam memperoleh...
  •  APBN 2015 baru saja ditetapkan melalui paripurna DPR pada 29 September 2014. Bagi kalangan pegiat pemberdayaan desa, penetapan APBN 2015 menjadi jawaban pasti atas perdebatan dan silang sengkarut mengenai besaran alokasi dana desa maupun keberlanjutan PNPM. Dalam APBN 2015, dana desa yang bersumber dari APBN ditetapkan sebesar 9,1 Triliun. Besaran dana desa itu berasal dari realokasi anggaran PNPM di Kementerian Dalam Negeri.......

Kamis, 20 Agustus 2015

Tiga Koruptor Dana PNPM Dijebloskan ke Rutan

Penanganan kasus tindak pidana korupsi dana usaha ekonomi produktif (UEP) melalui program simpan pinjam PNPM Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, akhirnya mencapai antiklimaks.<
/br> Pada Kamis (13/8) siang kemarin, ketiga terpidana yang sudah ditetapkan Pengadilan Tipikor Semarang, mulai merasakan rutan Purbalingga untuk menjalani masa hukuman pidana.

Ketiga terpidana itu menjadi tahanan di rutan Purbalingga atas nama Ketua Kelompok Lestari, W (46); Ketua Kelompok Warga Sejahtera, SF (55); dan Ketua Kelompok Manggarsari, AM (43), warga Desa Maribaya.

Mereka awalnya disangka menggunakan proposal fiktif dana SPP. Rangkaian penahanan itu merupakan kegiatan eksekusi melalui Kejaksaan Negeri Purbalingga.

Pada hari yang sama, Kejari Purbalingga juga menyerahkan uang yang dikembalikan terpidana ke negara melalui Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Karanganyar serta mengembalikan sisa perhitungan pengembalian uang ke terpidana SF dan AM.

Kajari Purbalingga, Tongging Banjar Nahor mengatakan, ketiga terpidana menjalani hukuman di Rutan Purbalingga karena dalam putusan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang 23 Juni lalu, tidak menyebutkan para terpidana itu dimasukkan di LP Kedungpane Semarang.

“Tidak ada dalam amar putusan (dipenjara di Kedungpane, Red.). Karena itu, ketiganya dieksekusi di rutan di wilayah hukum Purbalingga,” paparnya.

Tertuang dalam putusan, ketiga terpidana dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dan denda Rp 50 juta atau 1 bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 3 jo 18 ayat 1 huruf b, ayat 2, ayat 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tetang perubahan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 64 KUHP.

Terpidana SF dan AM menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan karena mereka mengembalikan kerugian negara. Sedangkan terpidana W tidak mengembalikan kerugian negara Rp 125 juta lebih sehingga dikenakan pidana pengganti 3 bulan, jadi ia harus menjalani hukuman 1 tahun empat bulan.

Pada saat yang sama, kejaksaan mengembalikan barang bukti uang negara yang diselewengkan terpidana kepada UPK PNPM Kecamatan Karanganyar sebesar Rp 159 juta lebih. Kejaksaan juga mengembalikan sisa perhitungan kerugian negara ke tersangka SF sebesar Rp 13,5 juta lebih dan kepada AM sebesar Rp 12,4 juta lebih.

Sisa ini merupakan perhitungan yang tidak pas yang dilakukan oleh Inspektorat Purbalingga saat menghitung jumlah kerugian negara terhadap terpidana. Para terpidana mengaku menerima hasil putusan tersebut dan tidak akan melakukan banding. "Kami menerimanya dan siap menjalani hukuman," kata terpidana AM diamini SF dan W.

Ketua UPK PNPM Kecamatan Karanganyar, Sukmodriyo mengatakan, pihaknya sedikit lega karena dana tersebut sudah kembali. Sebelumnya ia menduga jika dana SPP diselewengkan setelah angsuran tersendat.

Pihaknya juga sudah melakukan upaya mendapatkan uang itu dari terpidana sesuai mekanisme, mulai dari teguran lisan, tulisan maupun musyawarah dengan memberikan batas waktu. Namun langkahnya tidak mendapatkan respon yang diinginkan dan tetap diabaikan.

“Kami sudah berencana menempuh jalur hukum. Namun belum sempat melangkah, sudah ada kejaksaan yang turun ke lapangan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ketiga terpidana sebelumnya diduga menggunakan proposal fiktif untuk mencairkan pinjaman dari program SPP 2011 di Desa Maribaya.

Tetapi nama-nama anggota dalam kelompok SPP itu sebenarnya tidak ada. Rata-rata pinjaman anggota yang diusulkan fiktif itu Rp 3 juta. Dari hasil pengembangan, data di lapangan, kerugian negara mencapai hampir Rp 400 juta
Sumber : http://m.jpnn.com/read/2015/08/14/320395/news.php?id=320395&page=2
READ MORE - Tiga Koruptor Dana PNPM Dijebloskan ke Rutan

Selasa, 12 Februari 2013

Penderita Kusta di Batulelleng Rantepao terima bantuan dari Pelaku PNPM-MPd Kab. Tana Toraja

Sebagai bentuk kepedulian pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja terhadap sesama dan sebagai rasa syukur terhadap selesainya penyelenggaraan perayaan Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, hari ini, Selasa, 12 Februari 2013, Pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, melakukan kunjungan sosial ke rumah sakit Kusta Batulelleng di Rantepao. 

Dalam kunjungan ini, pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, yang dikomandoi oleh ketua Panitia Penyelenggara Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Deddy L. Sombolinggi, ST menyerahkan sejumlah dana yang merupakan hasil dari kolekte yang dijalankan pada saat perayaan Natal yang telah dilaksanakan di ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, beberapa waktu yang lalu. 

Menurut Deddy, Dipilihnya Rumah Sakit Kusta Batulelleng di Rantepao, merupakan kesepakatan dari teman-teman pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, khususnya FK/FT dan UPK. "kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat. Walaupun jumlahnya tidaklah besar, namun yang penting adalah rasa peduli terhadap sesama yang telah ditunjukkan oleh teman-teman pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja. Kami berharap apa yang kami lakukan ini menjadi motivasi bagi komunitas-komunitas lainnya dalam rangka meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama manusia"Pungkas Deddy.
READ MORE - Penderita Kusta di Batulelleng Rantepao terima bantuan dari Pelaku PNPM-MPd Kab. Tana Toraja

Sabtu, 09 Februari 2013

35 Pelajar Terima beasiswa dari UPK PNPM MPd Kec. Makale Uatara

"Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar yang kurang mampu, maka Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja akan memberikan Beasiswa bagi Pelajar SMA dan Mahasiswa dari keluarga kurang mampu se Kecamatan Makale Utara." demikian disampaikan Ketua UPK Makale Selatan, Ruth Y. Padang, pada acara penyerahan bantuan Beasiswa, Sabtu (9/2).

"Beasiswa yang akan kami bagikan kepada para pelajar dan Mahasiswa yang kurang mampu se-kec. Makale Utara ini, dananya berasal dari Surplus UPK Kec. Makale Utara Tahun Anggaran 2012, dimana untuk tahun Anggaran 2012, kami berhasil meraup surplus sebesar Rp.126.323.975. Dan hasil kesepakatan dalam MAD Tutup Buku UPK yang dilaksanakan pada tanggal 28 Januari, dan dihadiri oleh para Lurah dan tokoh masyarakat se- Kec. Makale Utara, telah disepakati untuk mengalokasi 20% dari surplus tersebut, yaitu sebesar Rp.25.264.000,-, untuk kegiatan bantuan beasiswa bagi pelajar dan Mahasiswa yang kurang mampu."Jelasnya.

"Kegiatan penyaluran beasiswa bagi pelajar kurang mampu se-kec. Makale Utara ini akan dilaksanakan secara langsung, yaitu dengan mendatangi sekolah-sekolah dari pelajar yang menjadi sasaran dari program ini.Besarnya beasiswa yang akan diberikan kepada penerima bervariasi, tergantung dari besarnya iuran yang harus dibayar seorang pelajar. Dan sasaran pertama kami adalah seorang siswa Madrasyah Aliah Negeri (MAN) Makale, yang bernama Irawaty Maisyah, yang bertempat tinggal di Kelurahan Lion Tondok Iring, Kec. Makale Utara, kemudian kami akan lanjutkan ke sasaran-sasaran berikutnya"Tambah Ruth.

Sementara itu, Fasilitator Teknik Kec. Makale Utara, Hernita Matana, ST yang didampingi oleh Fasilitator Pemberdayaan Kec. Makale Utara, Dominggus, menjelaskan proses penyaluran dana sosial ini.
"Sebelum kami berkunjung ke sekolah-sekolah tempat pelajar yang menjadi sasaran menimba ilmu, kami bersama-sama dengan Lurah dan tokoh masyarakat se - kec. Makale Utara telah melakukan pendataan pelajar yang akan menjadi sasaran kegiatan ini." Jelas Hernita.

Di tempat yang sama, Fasilitator Teknik Kabupaten Tana Toraja, M. Iqbal, ST, yang juga turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar dana sosial yang disalurkan oleh Pengurus UPK PNPM-MPd Kec. Makale Utara ini, benar-benar dapat membantu para pelajar dan mahasiswa dalam rangka melanjutkan pendidikannya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Pengurus UPK PNPM - MPd Kec. Makale Utara yang dikomandoi oleh Ruth Y. Padang, masih melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi beberapa sekolah - sekolah yang lain, seperti STM Rantelemo, beberapa SMK , dan sekolah-sekolah lainnya.[Fuad.A]
READ MORE - 35 Pelajar Terima beasiswa dari UPK PNPM MPd Kec. Makale Uatara

Senin, 28 Januari 2013

UPK Kec. Makale Utara akan salurkan beasiswa bagi Pelajar dari RTM

Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan di tingkat kecamatan, hari ini, 28 Januari 2013, Pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK)PNPM-MPd kecamatan Makale Utara, Kab. Tana Toraja, mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggungjawaban UPK atau yang dikenal juga dengan Musyawarah Antar Desa Tutup Buku.
MAD Pertanggungjawaban UPK ini, dipimpin langsung oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kec. Makale Utara, Drs, Andarias Parisa', dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Makale Utara, Petrus Ambabunga, SH.
Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Makale Utara menyampaikan permohonan maaf dari bapak Camat yang tidak bisa ikut dalam kegiatan ini, berhubung adanya tugas lain yang tidak kalah pentingnya, dan harus segera diselesaikan.
Dalam kegiatan forum MAD tersebut, UPK Kecamatan Makale Utara melaporkan seluruh hasil kegiatannya selama tahun 2012 termasuk kegiatan keuangan yang dikelolanya, terkhusus pada pengelolaan dana bergulir lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.
Salah satu hal yang mendapatkan perhatian serius dari peserta musyawarah adalah ketika Ketua UPK Kec. Makale Utara, Ruth Y. Padang, menyampaikan keberhasilannya meraup surplus pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp.126.323.975.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas dukungan yang telah diberikan kepada kami sebagai Pengurus UPK selama ini, sehingga berhasil meraup surplus sebesar Rp.126.323.975". Kata Ruth dalam laporannya.
"Sesuai dengan penjelasan yang ada dalam PTO, maka surplus UPK ini akan dialokasikan ke beberapa Pos pembiayaan, diantaranya, Penambahan Modal UPK sebesar min.50%, Dana Pengembangan Kelembagaan Max.10%, Bonus Pengurus UPK 5%, Dana Sosial Min. 5%".ujar Ruth.
"Untuk itu, forum diharapkan dapat memusyawarhkan pengalokasian surplus UPK ini, sesuai dengan petunjuk yang sudah ada"tambahnya.
Sesuai dengan petunjuk yang ada, maka peserta musyawarah menyepakati pengalokasian dana surplus UPK sebagai berikut : Dana sosial 20% (Rp. 25.264.000,-), Dana Kelembagaan 5% (Rp.5.324.000,-), Bonus Pengurus UPK 5% (Rp.Rp.5.324.000,-), Pembangungan Kantor 20% (Rp.25.264.000), dan selebihnya adalah untuk penambahan modal UPK.
Selain menyepakati pengalokasian dana surplus UPK, peserta musyawarah juga menyepakati pemanfaatan dana sosial yang sebesar Rp.25.264.000,-. Dana sosial ini akan dipergunakan untuk memberikan beasiswa bagi pelajar SMA dan Perguruan Tinggi berprestasi dari Rumah Tangga Miskin.
Pada awalanya peserta musyawarah mengusulkan untuk mengalokasi dana ini untuk pelajar SD, SMP sampai Perguruan Tinggi, namun dengan alasan bahwa untuk pelajar SD dan SMP biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi, karena masih ada subsidi pemerintah berupa pendidikan gratis, sehingga dana sosial ini akan lebih terasa manfaatnya jika dialokasikan bagi pelajar SMA sampai Perguruan tinggi. Akhirnya forum berhasil mengambil keputusan bahwa pemanfaatan dana sosial ini akan diperuntukkan hanya bagi pelajar SMA dan Perguruan tinggi yang berprestasi dan berasal dari Rumah Tangga Miskin.
Di tempat yang sama, Fasilitator Teknik Kec. Makale Utara, Hernita Matana, yang didampingi oleh Fasilitator Pemberdayaan Kec. Makale Utara, Dominggus, menyampaikan bahwa pemanfaatan dana sosial yang sudah disepakati ini harus segera di eksekusi, tentu saja setelah melalui tahap Verifikasi dari tim yang akan segera dibentuk.
"Kami berharap agar Tim Verifikasi yang akan melakukan Verifikasi terhadap calon penerima bantuan dari dana sosial ini segera dibentuk, agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, pemanfaatan dana ini sudah terealisasi, karena kita diikat oleh aturan, dimana dalam aturan dijelaskan bahwa jika dalam waktu 3 bulan dana ini tidak di eksekusi (dimanfaatkan - red), maka akan dikembalikan ke dalam kas UPK sebagai penambahan modal". Jelas Hernita.--- (Fuad.A)
READ MORE - UPK Kec. Makale Utara akan salurkan beasiswa bagi Pelajar dari RTM

Jumat, 18 Januari 2013

Surplus 2012 UPK Kec. Sangalla' Selatan untuk Bedah Rumah RTM

Dari paparan LPJ pada Selasa (17/1) yang disampaikan Ketua UPK Kec. Sangalla' Selatan, Yohanes Sulle, dikatakan bahwa untuk Tahun Anggaran 2012 surplus UPK Kec. Sangalla' Selatan adalah sebesar Rp.95.136.992.

“Total surplus ini dirinci untuk dialokasikan pada berbagai pos kegiatan yang meliputi; Dana sosial 20,5 %, Penguatan Kelembagaan 10 % dan Bonus UPK serta untuk pos Penambahan Modal UPK”, Ujarnya.

Selain membahas MAD Pertanggungjawaban UPK Sangalla' Selatan dengan pokok bahasan penyampaian LPJ UPK, forum permusyawaratan tertinggi dalam PNPM Mandiri Perdesaan ini , juga dipakai untuk menyepakati tentang alokasi penggunaan Dana sosial sebesar Rp.14.270.000.

Fasilitator Teknik Kec. Sangalla' Selatan, Arisal Thamrin, ST, yang didampingi oleh FK Kec. Sangalla' Selatan, Welem Kala' Lembang, AMd, mengungkapkan bahwa Dana Sosial yang sebesar Rp.14.270.000,- atau 20,5% dari surplus Netto. akan dipergunakan untuk kegiatan Bedah Rumah bagi warga masyarakat Miskin (RTM) yang ada di kecamatan Sangalla' Selatan.

"Forum Musyawarah Antar Desa (MAD) telah menyepakati untuk mengalokasikan dana sosial tersebut untuk dipergunakan dalam kegiatan Bedah Rumah bagi warga masyarakat Miskin (RTM)".Ujar FT Kec. Sangalla' Selatan yang akrab disapa Ichal.

Di tempat yang sama, Asisten Faskab PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Syafaruddin, SP mengungkapkan harapannya agar pemanfaatan dana sosial yang berasal dari Surplus UPK ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap agar pemanfaatan dana sosial ini dapat tepat sasaran. olehnya itu FK/FT, UPK dan BKAD segera melakukan verifikasi terhadap usulan kegiatan ini. karena jika dalam waktu 3 bulan dana sosial ini tidak dieksekusi, maka dana ini akan dimasukkan ke dalam penambahan modal UPK" Jelasnya. (Fuad.A)
READ MORE - Surplus 2012 UPK Kec. Sangalla' Selatan untuk Bedah Rumah RTM

Sabtu, 24 November 2012

UPK Kec. Mengkendek Salurkan Rp.257 Juta untuk 5 Kelompok SPP

MAD Ssosialisasi merupakan salah satau tahapan yang harus dilalui dalam kegiatan PNPM - Mandiri Perdesaan. 
MAD sosialisasi merupakan pertemuan antar desa untuk sosialisasi awal tentang tujuan, prinsip, kebijakan, prosedur maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan PNPM Mandiri Perdesaan serta untuk menentukan kesepakatan-kesepakatan antar desa dalam melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan. 

Kecamatan Mengkendek, yang telah memasuki tahun ke-sepuluh pelaksanaan PNPM - Mandiri Perdesaan hari ini (24/11), menyelenggarakan kegiatan MAD Sosialisasi yang dirangkaikan dengan kegiatan MAD Perguliran SPP (Simpan Pinjam Khusus Perempuan). 
Kegiatan MAD Sosialisasi Tahun Anggaran 2014 dan MAD Perguliran SPP ini secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Lembang/Kelurahan (BKAL/K) Kec. Mengkendek H. Muchtar Andilolo. 
Nampak hadir dalam kegiatan tahunan ini, Fastekab PNPM-MPd kab. Tana Toraja M. Iqbal, ST yang didampingi oleh Asisten Faskab PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Syafaruddin, SP, Fasilitator Pemberdayaan Kec. Mengkendek Ir. Amiruddin, Fasilitator Teknik Kec. Mengkendek, Yohanis Cyes Yantho, ST, Penanggungjawab Oeprasional Kegiatan Kec. Mengkendek, Sriyuthi Andilolo, SP, serta tim Verifikasi. 

Ketua BKAL/K Kec. Mengkendek, H. Muchtar Andilolo dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal yang pada intinya mengingatkan kepada para peserta musyawarah tentang urgensi MAD Sosialisasi ini. ”Tujuan pertemuan ini, paling tidak kita mendapatkan informasi pokok tentang PNPM-MPd ditingkat desa, yang meliputi tujuan, prinsip-prinsip, kebijakan, pendanaan, organisasi, proses dan prosedur yang dilakukan,” Tandasnya. 
"Penjelasan mengenai tujuan pelaksanaan MAD Sosialisasi ini nantinya akan dijelaskan secara lebih terperinci oleh ibu PjO Kec. Mengkendek."tambahnya. 

Sementara itu, PjOK Kec. Mengkendek, Sriyuthi Andilolo, SP, menjelaskan tujuan dari pada pelaksanaan MAD Sosialisasi ini.
"Selain hal - hal yang telah disampaikan oleh ketua BKAL/K tadi, hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa tujuan lain daripada pelaksanaan MAD Sosialisasi ini adalah Menyepakati dan menetapkan aturan dan sanksi-sanksi yang harus diterapkan dalam pelaksanan PNPM Mandiri Perdesaan, Menyepakati jadwal kegiatan musdes sosialisasi, pelatihan KPMD dan MAD prioritas usulan."Ungkap PjO Kec. Mengkendek yang akrab disapa Yuthi. 
Di tempat yang sama, Asisten Faskab PNPM-MPd Kab. Tana Toraja, Syafaruddin, SP mengatakan bahwa MAD Perguliran ini bertujuan untuk membahas dan menetapkan daftar kelompok SPP yang akan mendapatkan pinjaman dana bergulir Kecamatan Mengkendek yang akan menggulirkan dana SPP senilai Rp257 juta kepada 5 kelompok. 
"MAD Perguliran pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan MAD Penetapan Usulan/Pendanaan. Hanya saja keputusan pendanaan MAD Perguliran mengacu kepada hasil verifikasi terhadap proposal yang diajukan oleh Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (KSPP)." Kata Syafar. 
"Saat ini dana milik masyarakat yang ada dalam rekening UPK adalah sebesar Rp.1,5 M. Saya berharap agar dana milik masyarakat ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat." Tambahnya. 
Ditambahkannya bahwa Tujuan perguliran sendiri adalah untuk menjamin pelestarian dan pengembangan dana PNPM-MPd yang digunakan untuk modal usaha ekonomi, sehingga menjadi dana abadi yang dapat dimanfaatkan secara terus-menerus oleh masyarakat kec. Mengkendek, khususnya masyarakat miskin.(Fd Amry)

READ MORE - UPK Kec. Mengkendek Salurkan Rp.257 Juta untuk 5 Kelompok SPP

Rabu, 30 November 2011

Harapan Perempuan di Objek Wisata Lemo - Kab. Tana Toraja terhadap PNPM

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan disingkat PNPM Mandiri Perdesaan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat miskin. Salah satu kegiatanya adalah Simpan Pinjam khusus kelompok Perempuan (SPP) yang menerima pinjaman dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan dana perguliran disertai dengan pembinaan dan pendampingan usaha.

SPP ini khusus bagi kaum perempuan. Selain untuk mengakomodir usulan kegiatan ekonomi dari kaum perempuan, skema SPP diharapkan menjadi katalisator peningkatan perekonomian rumah tangga miskin (RTM) yang digerakkan kaum perempuan di lokasi program.

Kegiatan pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan pada umumnya masih sangat perlu untuk ditingkatkan, dengan harapan mampu menjawab kebutuhan dan permasalahan kelompok dan anggota kelompok, sehingga tidak membuat kelompok SPP terkesan hanya menunggu pinjaman dari UPK saja tanpa masa depan yang jelas. Melainkan hasil binaan yang dilakukan oleh Fasilitator Kecamatan dan UPK dapat membantu masyarakat keluar dari permasalahan ekonomi.

Dalam rangka pembinaan tersebut, hari ini Rabu, 30/11 Kabupaten Tana Toraja mendapatkan kunjungan dari 2 orang staf sekretariat PNPM Pusat. Keberadaan kedua staf tersebut di Tana Toraja adalah dalam rangka melakukan monitoring terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PNPM mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja.

Kedua staf dari Sekretariat PNPM Pusat tersebut adalah Bapak Rudy dan Bapak Rully Irawan. Selama berada di Tana Toraja, beliau menyempatkan diri mengunjungi beberapa kelompok SPP pemanfaat dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan yang berada di Salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Tana Toraja, yaitu Objek wisata Lemo yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Makale Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Rudy yang menjabat KUT di Sekretariat PNPM Pusat bersama dengan bapak Rully Irawan berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan beberapa Kelompok yang tergabung dalam kelompok SPP Tasiendekan, dengan ketua kelompok Elis Barapadang, dan beberepa Kelompok SPP lainnya yang kesemuanya bergerak dalam bidang usaha Souvenir.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota kelompok SPP, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diterima dari Pengelola PNPM Kec. Makale Utara (UPK -Red), yang telah memberikan bantuan modal usaha sehingga mereka dapat meningkatkan usahanya.

"Apa yang telah diberikan oleh program ini (PNPM -Red), benar-benar sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha yang kami kelola. Kelompok kami telah menerima dana bantuan dari PNPM sejak 2009 yang lalu, dan untuk tahun ini kami menerima dana sebesar 80 Juta rupiah yang dimanfaatkan oleh 9 orang anggota kelompok kami. kami berharap agar nilai nominal pinjaman yang diberikan kepada setiap anggota kelompok dapat ditingkatkan."Harap Salah seorang Pengurus Kelompok, Yuliana Ba'tan.

Pada kunjungan ini, turut hadir Asisten Faskab Tana Toraja, Syafaruddin, SP, Asisten Fastekab Tana Toraja, M. Jufri Manga', ST, FK Kec. Makale Utara Dominggus, SE dan FT Kec. Makale Utara, Hernita, ST. serta FT Kec. Gandangbatu Sillanan, M. Arfan ST (Fuad. A)
READ MORE - Harapan Perempuan di Objek Wisata Lemo - Kab. Tana Toraja terhadap PNPM

Selasa, 15 November 2011

UPK Kec. Makale salurkan 90 Juta untuk 2 Kelompok SPP

Musyawarah Antar Desa Perguliran Kec. Makale yang dilaksanakan tanggal 07 Oktober 2011 di Aula Kantor Kec. Makale menghasilkan keputusan tentang urutan/ranking kelompok SPP yang akan menerima penyaluran dana perguliran. Keputusan hasil MAD Perguliran tersebut tertuang dalam Surat Penetapan Camat (SPC) No. 218/05/X/2011.

Menindaklanjuti hasil keputusan MAD Perguliran tersebut, maka pada hari ini 16 Nopember 2011, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Makale, melakukan kegiatan perguliran. Dan kali ini, Kelompok-kelompok SPP yang berasal dari kelurahan Ariang, mendapat giliran penyaluran dana SPP tersebut.

Penyaluran dana ini dilaksanakan di Baruga Kel. Ariang yang dihadiri oleh Bapak Lurah Ariang, Chandra Sosang, S.Sos, FK Kec. Makale, Alfian reagen P, SE, Ketua UPK Kec. Makale, Drs. D. Kala' Padang, dan beberapa anggota masyarakat.

Lurah Ariang, Chandra Sosang, S.Sos, dalam arahannya menyampaikan harapannya Semoga dengan adanya dana perguliran ini, dapat lebih memberikan tambahan modal bagi masyarakat perempuan dan mampu mensejahterakan masyarakat perempuan

Sementara itu, FK Kec. Makale, Alfian Reagen P, SE, dalam arahannya menjelaskan tentang mekanisme perguliran yang berlaku di PNPM Mandiri Perdesaan.

Dalam kegiatan perguliran ini, dari 4 kelompok yang rencananya akan menerima dana ini, 2 dari 4 kelompok SPP tersebut tidak dapat disalurkan karena beberapa anggota kelompok dari 2 kelompok tersebut tidak dapat hadir, sehingga diputuskan untuk menyalurkan dana hanya kepada 2 kelompok yang anggotanya hadir lengkap.

Masing-masing kelompok yang menerima dana perguliran ini adalah Kelompok SPP Civa Taylor dengan jumlah dana Rp. 40.000.000,- dan Kelompok SPP Mayana dengan jumlah dana Rp. 50.000.000,-

sementara 2 kelompok yang tidak dapat disalurkan dananya masing-masing, kelompok Talas dan Kelompok Gita Indah.
READ MORE - UPK Kec. Makale salurkan 90 Juta untuk 2 Kelompok SPP

Selasa, 21 Juni 2011

PNPM KAB. TANA TORAJA MENYELENGGARAKAN PELATIHAN UPK DAN PL

Peserta Sedang Mengerjakan tugas Kelompok
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Pendamping Lokal (PL)Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan. yang di selenggarakan oleh PNPM-MPD Kab. Tana Toraja kemarin, resmi dibuka oleh Asisten III Pemkab Tana Toraja, Dice Kondorura, S. Sos, MH, Senin 20 Juni 2011.

Pelatihan ini diselnggarakan di Hotel Sangalla', dan direncanakan akan berlangsung selama 5 hari, yang diikuti peserta dari seluruh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Pendamping Lokal (PL) 19 Kecamatan lokasi PNPM-Mandiri Perdesaan, ditambah Lokasi Pilot PNPM-LMP dengan jumlah sekitar 60 peserta. Pelatihan ini dimaksudkan mewujudkan persamaan persepsi, cara pandang dan pendekatan dalam PNPM Mandiri Perdesaan dengan unit pengelola kegiatan kecamatan, peserta mengetahui gambaran kondisi perkembangan dana bergulir (SPP) Kab. Tana Toraja dan gambaran kondisi laporan UPK.

Kemudian, peserta dapat memahami pengertian fungsi dan tujuan administrasi dan pelaporan juga dapat membedakan antara administrasi dan pelaporan keuangan UPK, mampu mengidentifikasi dan menyelesaiakan penanganan pinjaman yang bermasalah, serta memahami pentingnya pengembangan jaringan dan kerjasama, jelas Salah seorang Panitia, yang juga adalah seorang Fasilitator Kecamatan (FK).

"Dalam rangka melakukan penguatan kapasitas dari sisi personil penyelenggara program, maka perlu diupayakan forum pertemuan atau semacam pelatihan seperti yang tengah dilaksanakan pada saat ini. Dengan keikutsertaan UPK dan PL dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta tanggung jawab seluruh peserta terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan program PNPM," tambahnya

Disamping itu, diharapkan pula dapat meningkatkan pemahaman para peserta dalam pengadministrasian kegiatan dan pengelolaan keuangan kegiatan, sehingga akan meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan program PNPM di kecamatan masing-masing.

"Saya berharap agar para peserta sungguh-sungguh mencurahkan seluruh perhatian dan fokus pada seluruh materi yang disajikan oleh nara sumber/fasilitator, sehingga menjadi bekal yang penting dan bermanfaat dalam mensukseskan program PNPM Mandiri Perdesaaan di Kabupaten Tana Toraja," Harap Dice.
READ MORE - PNPM KAB. TANA TORAJA MENYELENGGARAKAN PELATIHAN UPK DAN PL