•  Penjabat Bupati Tana Toraja H. Jufri Rahman, meluncurkan penyaluran dana Program Keluarga Harapan. Launching ditandai penyerahan dana PKH dari Kementerian Sosial RI kepada KSM (keluarga sangat miskin), Jumat (12/02)
  •  Pencairan puluhan triliun dana desa pada April 2015 hampir tanpa persiapan, proses pelaksanaan PNPM-MPd yang menyisakan dana 1,3 Triliun di 54 ribu desa juga berjalan tanpa pendampingan..
  •  Uforia pengesahan UU Desa menggema di seantero negeri. Penetapan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa ini menandai era baru dan meneguhkan eksistensi desa dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaturan desa dalam undang-undang ini merupakan upaya untuk melindungi dan memberdayakan desa agar semakin kuat, maju mandiri dan sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut, beberapa hak dan wewenang diberikan kepada.........
  • Semenjak masuknya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ke Lembang/Kelurahan, pembangunan sarana fisik dan infrastruktur Lembang/Kelurahan kian hari kian menampilkan perubahan. Bangunan sekolah, jalan rabat, irigasi, jembatan, posyandu, tembok penahan tanah dan serangkain program lainnya seringkali membantu membantu masyarakat keluar dari masalah. Hanya saja apapun program yang hendak diterapkan selalu perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas para pelaksana progam.
  • Peningkatan kapasitas merupakan salah satu agenda penting dan strategis dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hakekat pemberdayaan masyarakat adalah upaya sistematis untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kritis
  • Guna terpenuhinya prinsip PNPM Mandiri Perdesaan yakni DOUM (Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat) dan agar berkembang dan terlestarikannya Unit Pengelola Kegiatan yang mengelola kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan termasuk Simpan Pinjam Kelompok (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), maka pada hari Jumat, 23 Agustus 2013, UPK Kec.Makale menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Perguliran ke 2 Tahun 2013.
  • Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) sebagai Program Pro Rakyat dan telah terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat Perdesaan, berdasarkan penilitian, ataupun survey dari lembaga-lembaga yang berwenang.
  • Sebagai bentuk kepedulian pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja terhadap sesama dan sebagai rasa syukur terhadap selesainya penyelenggaraan perayaan Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, hari ini, Selasa, 12 Februari 2013, Pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, melakukan kunjungan sosial ke rumah sakit Kusta Batulelleng di Rantepao.
  • Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tana Toraja untuk mendukung program PNPM, karena kualitas dari hasil pekerjaan PNPM - Mandiri Perdesaan telah terbukti, dan sebagus dan sebaik apapun program Pemerintah jika masyarakat tidak mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program pembangunan tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) kabupaten Tana Toraja Region 1, yang meliputi Kecamatan Kurra, Kecamatan Saluputti dan Kecamatan Malimbong Balepe' menggelar Pelatihan Kepala Lembang/Lurah, Sekretaris Lembang/Lurah dan BPL/LKMK di Aula Hotel Sanggalla'
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja mengakui data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akurat. Pasalnya, data yang digunakan untuk penyaluran BLSM tidak mengakomodir semua warga miskin yang ada di wilayah Tana Toraja. “Banyak warga kurang mampu di Tana Toraja yang tidak masuk daftar penerima BLSM karena  data
  • Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) menyatakan prihatin dan protes atas kelalaian pemerintah yang telat memberikan gaji selama lebih dua bulan kepada para fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan. IPPMI menyayangkan sikap pemerintah yang seakan membiarkan keterlambatan pemberian gaji tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri pedesaan (PNPM-MPd) merupakan salah satu bagian integral dalam pembangunan daerah, namun demikian keberhasilan yang dicapai bukan hanya melalui indikator bangunan fisik semata, tetapi lebih dari itu bagaimana menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang mampu memberikan pastisipasinya dalam pembangunan.  Demikian yang diungkapkan Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang...
  • Pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ditingkat Kecamatan dan Lembang/Kelurahan se-Kabupaten Tana Toraja mendapat penghargaan si Kompak Award yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Ruang Belajar Masyarakat (RBM) bekerja sama dengan Satker PNPM – Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja.  Acara yang bertajuk “Anugerah SIKOMPAK Award 2012” ini, diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2013 bertempat di......
  • tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah....
  •  sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar yang kurang mampu, maka unit pengelola kegiatan (upk) kecamatan makale utara, kabupaten tana toraja akan memberikan beasiswa bagi pelajar sma dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu se kecamatan makale utara. demikian disampaikan Ketua UPK Makale Selatan, Ruth Y. Padang, pada acara penyerahan bantuan Beasiswa, Sabtu (9/2).
  •  PEMBINAAN kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Pembinaan dilakukan agar kelompok SPP tak hanya mendapatkan manfaat berupa pinjaman dana saja, tetapi juga terampil dalam mengelola dana pinjaman itu. Dengan demikian, anggota kelompok berpotensi lebih besar dalam memperoleh...
  •  APBN 2015 baru saja ditetapkan melalui paripurna DPR pada 29 September 2014. Bagi kalangan pegiat pemberdayaan desa, penetapan APBN 2015 menjadi jawaban pasti atas perdebatan dan silang sengkarut mengenai besaran alokasi dana desa maupun keberlanjutan PNPM. Dalam APBN 2015, dana desa yang bersumber dari APBN ditetapkan sebesar 9,1 Triliun. Besaran dana desa itu berasal dari realokasi anggaran PNPM di Kementerian Dalam Negeri.......

Minggu, 13 Maret 2011

Anggaran PNPM Mandiri Pedesaan Sulsel Turun

Makassar - Anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Sulawesi Selatan pada 2011 turun menjadi Rp352 miliar dari Rp465 miliar tahun 2010.

Ketua Penanggung Jawab Operasional Kerja PNPM Mandiri Pedesaan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrir Kube di Makassar, Kamis, mengatakann penurunan alokasi anggaran tersebut karena sejumlah kabupaten telah memasuki tahap pengembangan.

"Namun jika dalam perjalanannya nanti anggaran tersebut masih belum cukup memadai, Pemprov Sulsel dapat mengusulkan tambahan anggaran pada APBN Perubahan 2011," katanya.

Anggaran PNPM Mandiri Pedesaan pada 2011 akan disalurkan kepada 236 kecamatan di 20 kabupaten. Alokasi anggaran terbesar di Kabupaten Luwu, Toraja Utara dan Tana Toraja, sedangkan yang terendah di Soppeng sebesar Rp4,3 miliar.

Fokus pemanfaatan anggaran adalah untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan dan kesehatan.

"Ditargetkan alokasi anggaran tersebut telah terealisasi seluruhnya pada Mei 2011," katanya.

Ia mengatakan, evaluasi terakhir BPM Sulsel menyebutkan selama empat tahun program ini berjalan, telah menunjukkan hasil dengan membaiknya sejumlah infrastruktur terutama jalan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
READ MORE - Anggaran PNPM Mandiri Pedesaan Sulsel Turun

Sabtu, 12 Maret 2011

Kejaksaan Bulukumba tetapkan pengelola anggaran PNPM Mandiri tersangka korupsi

Kejaksaan Negeri Bulukumba menetapkan Kepala Unit Pengelola Kegiatan A Mappasomba sebagai tersangka korupsi anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Rilau Ale, Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Kejaksaan Raden Sjamsul Raden Arifin, Selasa (11/1), kejaksaan segera melimpahkan berkas Mappasomba ke pengadilan.

Perkara ini bermula penggunaan dana sebesar Rp300 juta untuk pembelian semen pembangunan jalan. Selain itu, penggunaan angggaran PNPM sebesar Rp400 juta yang dicairkan di rekening koperasi di Kecamatan Rilau Ale. Menurut versi kejaksaan, Mappasomba ditetapkan sebagai tersangka karena belum bisa melengkapi bukti-bukti dan kuintasi penggunaan anggaran tersebut. ”Jumlah dugaan kerugian negara dari hasil pengembangan penyelidikan mencapai Rp600 juta,” ujarnya.
READ MORE - Kejaksaan Bulukumba tetapkan pengelola anggaran PNPM Mandiri tersangka korupsi

Jumat, 11 Maret 2011

BURONAN BAWA KABUR HAMPIR 1 M DANA PNPM-MP DITANGKAP


Har, Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan yang Membawa Kabur Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Sebesar Rp. 919.279.27...7, Ditangkap Kamis Sore (03/02/2011) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keberhasilan Ini Berkat Kerjasama Berbagai Pihak, Terutama Pihak Manajemen PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Manajemen PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Tengah, Serta Pihak Kepolisian dan Masyarakat Umum dalam Mengawal Program Andalan Pemerintah Ini...
READ MORE - BURONAN BAWA KABUR HAMPIR 1 M DANA PNPM-MP DITANGKAP

"Dua Bulan Tak Terima Gaji, Fasilitator Tidur Depan Kantor BPMD"


Sungguh Ironis, Pejuang DEMOKRASI dalam Mengawal Sistem Pembangunan Partisipatif, Transparansi dan Pengentasan Kemiskinan (Pemberdayaan) di Tingkat Kabupaten dan Kecamatan Tak Diperhatikan Hak-2nya. Pasalnya, Gaji Mereka Tak Kunjung Dibayar oleh Pemerintah Pusat Melalui Pem. Prov. Sul-sel. Terhitung Sejak Januari s/d Februari 2011, Fasilitator PNPM-MP Belum Terima Gaji. Alasan, Gubernur Belum Tandatangan SK Satker 2011, Hingga Membuat FK/FT (Fasilitator Kecamatan) Keteteran, Sebab FK/FT Tak Lagi Memiliki Biaya Oprasional dalam Menjalankan TUPOKSI-nya. Sebagaimana yang Ditemui di Kab. Toraja Utara, Tampak Seorang FK yang Lagi Tidur Pulas di Depan Kantor BPMD Karena PUSING Tak Memiliki Biaya Oprasinoal Ke Lapangan.
READ MORE - "Dua Bulan Tak Terima Gaji, Fasilitator Tidur Depan Kantor BPMD"

Rabu, 09 Maret 2011

PNPM-LMP TA. 2010 - Pelatihan Pembuatan Biogas Kel. Ariang, Kec. Makale

Makale, 9 Maret 2011 – Kelurahan Ariang, Kecamatan Makale mengadakan Pelatihan Pembuatan Biogas yang sumber dananya berasal dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM - LMP). Kegiatan ini merupakan Kegiatan Reguler PNPM-LMP Tahun Anggaran 2010. dimana untuk Tahun Anggaran 2010 Kelurahan Ariang mendapat dana sebesar Rp. 33.439.900 untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Biogas. Pengalokasian dana untuk kegiatan ini dibagi dalam dua bagian, yaitu pembangunan fisik reaktor Biogas dan pelatihan, dengan perbandingan 40% untuk kegiatan pembangunan reaktor biogas dan 60% untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat.
pelaksanaan Pelatihan ini dilaksanakan di Baruga Kelurahan Ariang, Hari ini (9/3/2011) yang dihadiri antara lain, Kepala Kelurahan Ariang, Bapak Chandra Sosang, S.Sos, Fasilitator Kecamatan Lingkungan, Harianto Tato, S.Hut. Bendahara UPK LMP Kec. Makale, Fuad Amry, Pendamping Lokal, Arman, ST, peserta pelatihan yang berjumlah 40 orang, serta beberapa warga yang tertarik dengan kegiatan ini.

Dalam sambutannya Kepala Kelurahan Ariang, Chandra Sosang, S.Sos mengatakan, bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan limbahnya menjadi sumber energi alternatif, dalam hal ini gas yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah yang akhir-akhir ini semakin langka. selain dari pada itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui ampas pembuangan biogas yang dapat dijadikan pupuk dan dapat dijual. Kemudian dari sisi Lingkungan hidup, kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola hidup masyarakat dalam hal kebersihan dan sanitasi. dimana sebelum adanya kegiatan ini, limbah-limbah masyarakat dibiarkan tercecer begitu saja, dan dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. olehnya itu setelah pelatihan ini pola hidup masyarakat akan lebih ramah lingkungan.

Fasilitator Kecamatan Lingkungan, Harianto Tato, S.Hut dalam arahannya mengatakan bahwa pelatihan yang dananya bersumber dari BLM PNPM-LMP ini agar dapat diikuti dengan serius oleh para peserta pelatihan, kemudian ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya. sehingga dengan demikian masyrakat secara umum akan memiliki pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan limbah ternaknya dan pola hidup peduli lingkungan dapat tertanam dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Biogas di Kelurahan Ariang, Kecamatan Makale ini, direncanakan berlangsung selama dua hari. yaitu sejajak tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan 10 Maret 2011, yang terdiri dari Teory dan praktek. dimana pada hari pertama akan diberikan teori tentang bagaimana pembuatan biogas, aspek ekonomi, aspek lingkungan serta aspek pemanfaatan biogas itu sendiri.

Demi tercapainya tujuan dari pada pelaksanaan kegiatan pelatihan ini, Panitia Pelaksana, yang adalah pengurus TPK Kelurahan Ariang, yang terdiri dari Ketua TPK-Alvian Tambaru S. Sos, Sekretaris-Subangun, dan Bendahara-Yohana Randa Bunga, mendatangkan tenaga ahli dari BPPT Sulawesi selatan, yaitu Bapak Ir, Daniel. P.
READ MORE - PNPM-LMP TA. 2010 - Pelatihan Pembuatan Biogas Kel. Ariang, Kec. Makale

PNPM Mandiri Perdesaan 2010 Surplus Rp110 Juta

KALIANDA - Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Kecamatan Kalianda, memasuki tahun ke III di tahun 2011 ini dimulai dengan pelaksanaan Musyawarah Antar Desa Sosialisasi (MAD SOS), sekaligus musyawarah Pertanggungjawaban UPK tahun anggaran 2010.

Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Kalianda Afrizal,A.md mengatakan, MAD SOS merupakan gerbang awal untuk menginformasikan tentang pelaksanaan program PNPM-MP. "Untuk tahun ini Kecamatan Kalianda mendapatkan alokasi pendanaan BLM tiga miliar rupiah,"ujar Afrizal yang ditemui Radar Lamsel di Kantor UPK PNPM-MP Kecamatan Kalianda, Minggu (13/2).

Dikatakanya, dana tersebut nantinya akan dialokasikan 25 persen untuk pendanaan simpan pinjam perempuan (SPP) dan sisanya digunakan untk pembangunan infrastruktur desa. Seperti jalan onderlagh, jembatan dan prasarana lainnya sesuai dengan usulan dari masing-masing desa berdasarkan hasil musyawarah. "Jumlah pendanaan setiap desa dimungkinkan tidak sama karena mereka memiliki usulan yang berbeda,"jelasnya.

Dia menuturkan, musyawarah antar desa sosialisasi PNPM-MP untuk Kecamatan Kalianda, telah dilangsungkan, Kamis (10/2) lalu. Yang dibuka oleh Camat Kalianda, Badruzzaman,SE,MM, diikuti oleh wakil-wakil masyarakat dari 27 desa se-Kecamatan Kalianda, unsur Kepala Desa, BPD (Badan Pemusyawaratan Desa), TPK (Tim Pengelola Kegiatan) serta perwakilan dari kelompok simpan pinjam perempuan (SPP).

"Selain mensosialisasikan tentang peraturan PNPM-MP di tahun 2011, dalam MAD SOS itu juga, kami mengumumkan hasil verifikasi usulan. Dari 54 usulan kegiatan fisik maupun non fisik di 27 desa, yang dinyatakan lulus verifikasi hanya 49 usulan. Namun demikian, terdanai atau tidaknya 49 usulan tersebut nantinya, tergantung dari hasil perangkingan,"terang Afrizal yang mengatakan hasil perangkingan usulan tersebut, saat ini masih dalam proses penghitungan angggaran oleh Fasilitator Tehnik (FT).

Dia menambahkan, untuk usulan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) tahun 2011, tim verifikasi telah meluluskan sebanyak 35 kelompok SPP dari 54 usulan. "Hingga saat ini, untuk pengembalian SPP dari masing-masing kelompok, tingkat pengembaliannya mencapai seratus persen. Mudah-mudahan, hal ini bisa dipertahankan oleh masing-masing kelompok SPP,"harapnya.

Sementara Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Kalianda Zaidan,SE mengatakan, PNPM-MP 2010, sudah berjalan sukses. Bahkan, setiap kegiatan dan usulan dari masing-masing desa sudah terealisasi semua.
"PNPM-MP, adalah program Pemerintah Pusat, dari Desa, oleh Desa dan untuk Desa, "kata Zaidan.

Dikatakanya, hasil kinerja selama tahun anggaran 2010, pihak UPK mencatat surplus sebesar Rp110.710.415. Dari jumlah dana surplus tersebut, dua puluh persennya akan digunakan untuk kegiatan sosial. Namun, penggunaannya menunggu hasil musyawarah bersama Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD). "Mudah-mudahan, dengan adanya dana tersebut (surplus,red), dapat membantu masyarakat yang kurang mampu khusunya di Kecamatan Kalianda,"pungkasnya.

Sumber : www.radarlamsel.com
READ MORE - PNPM Mandiri Perdesaan 2010 Surplus Rp110 Juta

Selasa, 08 Maret 2011

Tingkatkan Keterampilan dan Penghasilan Masyarakat, PNPM Pariwisata Perlu Dilanjutkan

Selain dalam upaya mengentaskan kemiskinan, penerapan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembud-par), iernyata cukup efektif mendorong anggota kelompok desa wisata semakin memiliki keterampilan. Akibatnya, kelompok warga yang tinggal di objek-objek destinasi wisata itu, perlahan tapi pasti, bisa meningkatkan penghasilan dan ekonominya.
Hal itu antara lain, dibuktikan oleh masyarakat Desa Wisata Kete Kesu, Kelurahan Pantanakan Lolo, Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Para anggota kelompok desa wisata di daerah yang sudah dua kali mendapat bantuan langsung masyarakat PNPM Mandiri Pariwisata ini (2009 dan 2010), hampir keseluruhan anggota kelompok kini memiliki sejumlah keterampilan.

"Anggota kelompok Desa Wisata Kete Kesu sudah bisa menjahit, mem-bordir, menyablon kaos, membuat ukiran kayu untuk pendukung suvenir, dan memasak makanan khas Toraja," ujar Tim Teknis PNPM Pariwisata Toraja Utara Yulce Bendon ketika ditemui di sela-sela mengikuti Upacara Rambu Solo (upacara adat kematian suku Toraja).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Yakin Tandirerung, menegaskan, bahwa seiring pelaksanaan otonomi daerah, PNPM Mandiri Pariwisata yang digulirkan Kembudpar merupakan berkah bagi daerah. Karena hal ini cukup membantu ekonomi masyarakat desa.

Hal sama juga dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Lexianus Lintin. "Orang Toraja tidak miskin-miskin amat, tapi letak georafis daerah kami yang tandus menyebabkan masyarakat dihadapkan pada tanggungan budaya yang sangat besar untuk kebutuhan upacara adat," ujarnya Sehingga, selamaini, banyak masyarakat menggantungkan bantuan dari para saudaranya yang merantau ke luar Tana Toraja.

"Orang Toraja yang menjadi apa pun dan sukses di rantau, namun tidak memberikan kontribusi kepada kampung halaman, mereka akan dikucilkan. Jadi, kontribusi mereka saja yang sangat diharapkan untuk mendukung kegiatan ekonomi warga desa adat. Nah, kini program pemerintah pusat berupa PNPN Mandiri Pariwisata cukup membantu masyarakat lebih produktif dalam bekerja dan berusaha. Misalnya sajayang dilakukan anggota kelompok desa-desa wisata yang membuka usaha pendukung pariwisata Toraja dan menjadi virus positif untuk meningkatkan keterampilan. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup, membayar hutang sampai membiayai upacara adat," katanya.

Kadinas Budpar Toraja Utara juga menyebutkan bahwa potensi wisata Toraja Utara memang lebih banyak dibanding kabupaten induk (Kabupaten Toraja). "Termasuk hotel-hotel dan restoran, lebih banyak berada di Toraja Utara. Potensi wisata itu, berupa beberapa komplekkuburan adat di bukit-bukit bebatuan, rumah adat Tongkonan (rumah adat Toraja), Alang (lumbung rumah suku Toraja), Upacara Rambu Solo (upacara adat kematian), museum, dan sebagainya. Sejak 1975, daerah ini memang sudah menjadi destinasi wisata nasional. Dan kini, sedang diusulkan menjadi cagar budaya warisan dunia," ujarnya.

Pemberdayaan Anggota
Sementara itu, fasilitator Kelompok Desa Wisata Kete Kesu Evy Tandilolok menjelaskan,, sesuai kesepakatan rapat kelompok pada 7 Agustus 2010, pihaknya menetapkan program yang didanai PNPM Mandiri Pariwisata.

"Prioritas tersebut telah dipilih melalui forum lokakarya yang difasilitasi tim pengelola kegiatan yang dihadiri para pemangku kepentingan di desa. Usulan prioritas kegiatan tersebut, dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai ketentuan PNPM Mandiri Pariwisata," ujarnya.

Ketua Kelompok Desa Wisata Kete Kesu Toding Allo Karaeng memaparkan, program tersebut berupa pembuatan tempat sanggar seni untuk penampungan peralatan dan pelatihan seni kelompok; pembentukan usaha wisata kuliner; pengadaan bahan baku sablon, untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kelompok; pengadaan bahan. suvenir seperti bambu dan kayu untuk bahan ukiran; dan pengadaan payung untuk disewakan kepada wisatawan.

Tahun ini kami mendapat bantuan Rp 75 juta yang digunakan untuk tiga hal, yaitu kuliner, pelatihan, dan pembelian peralatan. Kegiatan yang menggunakan dana PNPM Mandiri Pariwisata sudah berjalan, terutama kuliner seperti produksi makanan ringan, kue, dan kuliner khas Toraja. Bahan dibeli, dan diolah oleh anggota kelompok yang mencapai 20 orang. Selain itu kami juga membuat suvenir seperti ukiran kayu," ujar Agustina L Panimba, Bendahara Kelompok Desa Wisata Kete Kesu.

Menurut dia, penggunaan anggaran bisa maksimal karena kelompoknya tak perlu mengontrak atau membeli tempat usaha. "Sebab, ada anggota kamiyang sudah punya tanah dan bangunan. Jadi, tinggal dimanfaatkan saja. Yang penting sesuai kesepakatan bersama," ucapnya

Dia menjelaskan, alat-alat kuliner dibeli sebagai modal awal, seperti kompor, peralatan memasak, gas elpiji, dan sebagainya.

"Kelompok kami berasal dari desa yang sama. Rata-rata berprofesi pengrajin, petani, berkebun, peternak, dan ibu rumah tangga. Untuk penugasan, dilakukan bergilir sesuai keahlian, seperti menjaga kios, memasak, dan lain-lain. Kita upayakan semua bisa menguasai banyak keahlian, dan mendapat tugas merata dan adil," kata A ty N apang, anggota Kelompok Desa Wisata Kete Kesu, koordinator urusan kuliner.

Manfaat program ini juga diakui oleh Lurah Kete Kesu Ely Pamalingan. "Dulu warga tak punya sarana untuk pengembangan diri di bidang pariwisata. Dengan dana dari pemerintah itu, rakyat kami sangat terbantu," katanya.
READ MORE - Tingkatkan Keterampilan dan Penghasilan Masyarakat, PNPM Pariwisata Perlu Dilanjutkan