•  Penjabat Bupati Tana Toraja H. Jufri Rahman, meluncurkan penyaluran dana Program Keluarga Harapan. Launching ditandai penyerahan dana PKH dari Kementerian Sosial RI kepada KSM (keluarga sangat miskin), Jumat (12/02)
  •  Pencairan puluhan triliun dana desa pada April 2015 hampir tanpa persiapan, proses pelaksanaan PNPM-MPd yang menyisakan dana 1,3 Triliun di 54 ribu desa juga berjalan tanpa pendampingan..
  •  Uforia pengesahan UU Desa menggema di seantero negeri. Penetapan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa ini menandai era baru dan meneguhkan eksistensi desa dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengaturan desa dalam undang-undang ini merupakan upaya untuk melindungi dan memberdayakan desa agar semakin kuat, maju mandiri dan sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut, beberapa hak dan wewenang diberikan kepada.........
  • Semenjak masuknya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ke Lembang/Kelurahan, pembangunan sarana fisik dan infrastruktur Lembang/Kelurahan kian hari kian menampilkan perubahan. Bangunan sekolah, jalan rabat, irigasi, jembatan, posyandu, tembok penahan tanah dan serangkain program lainnya seringkali membantu membantu masyarakat keluar dari masalah. Hanya saja apapun program yang hendak diterapkan selalu perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas para pelaksana progam.
  • Peningkatan kapasitas merupakan salah satu agenda penting dan strategis dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hakekat pemberdayaan masyarakat adalah upaya sistematis untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kritis
  • Guna terpenuhinya prinsip PNPM Mandiri Perdesaan yakni DOUM (Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat) dan agar berkembang dan terlestarikannya Unit Pengelola Kegiatan yang mengelola kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan termasuk Simpan Pinjam Kelompok (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), maka pada hari Jumat, 23 Agustus 2013, UPK Kec.Makale menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Perguliran ke 2 Tahun 2013.
  • Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) sebagai Program Pro Rakyat dan telah terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat Perdesaan, berdasarkan penilitian, ataupun survey dari lembaga-lembaga yang berwenang.
  • Sebagai bentuk kepedulian pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja terhadap sesama dan sebagai rasa syukur terhadap selesainya penyelenggaraan perayaan Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, hari ini, Selasa, 12 Februari 2013, Pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, melakukan kunjungan sosial ke rumah sakit Kusta Batulelleng di Rantepao.
  • Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tana Toraja untuk mendukung program PNPM, karena kualitas dari hasil pekerjaan PNPM - Mandiri Perdesaan telah terbukti, dan sebagus dan sebaik apapun program Pemerintah jika masyarakat tidak mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program pembangunan tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) kabupaten Tana Toraja Region 1, yang meliputi Kecamatan Kurra, Kecamatan Saluputti dan Kecamatan Malimbong Balepe' menggelar Pelatihan Kepala Lembang/Lurah, Sekretaris Lembang/Lurah dan BPL/LKMK di Aula Hotel Sanggalla'
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja mengakui data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akurat. Pasalnya, data yang digunakan untuk penyaluran BLSM tidak mengakomodir semua warga miskin yang ada di wilayah Tana Toraja. “Banyak warga kurang mampu di Tana Toraja yang tidak masuk daftar penerima BLSM karena  data
  • Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) menyatakan prihatin dan protes atas kelalaian pemerintah yang telat memberikan gaji selama lebih dua bulan kepada para fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan. IPPMI menyayangkan sikap pemerintah yang seakan membiarkan keterlambatan pemberian gaji tersebut
  • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri pedesaan (PNPM-MPd) merupakan salah satu bagian integral dalam pembangunan daerah, namun demikian keberhasilan yang dicapai bukan hanya melalui indikator bangunan fisik semata, tetapi lebih dari itu bagaimana menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang mampu memberikan pastisipasinya dalam pembangunan.  Demikian yang diungkapkan Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang...
  • Pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ditingkat Kecamatan dan Lembang/Kelurahan se-Kabupaten Tana Toraja mendapat penghargaan si Kompak Award yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Ruang Belajar Masyarakat (RBM) bekerja sama dengan Satker PNPM – Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja.  Acara yang bertajuk “Anugerah SIKOMPAK Award 2012” ini, diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2013 bertempat di......
  • tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah....
  •  sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar yang kurang mampu, maka unit pengelola kegiatan (upk) kecamatan makale utara, kabupaten tana toraja akan memberikan beasiswa bagi pelajar sma dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu se kecamatan makale utara. demikian disampaikan Ketua UPK Makale Selatan, Ruth Y. Padang, pada acara penyerahan bantuan Beasiswa, Sabtu (9/2).
  •  PEMBINAAN kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Pembinaan dilakukan agar kelompok SPP tak hanya mendapatkan manfaat berupa pinjaman dana saja, tetapi juga terampil dalam mengelola dana pinjaman itu. Dengan demikian, anggota kelompok berpotensi lebih besar dalam memperoleh...
  •  APBN 2015 baru saja ditetapkan melalui paripurna DPR pada 29 September 2014. Bagi kalangan pegiat pemberdayaan desa, penetapan APBN 2015 menjadi jawaban pasti atas perdebatan dan silang sengkarut mengenai besaran alokasi dana desa maupun keberlanjutan PNPM. Dalam APBN 2015, dana desa yang bersumber dari APBN ditetapkan sebesar 9,1 Triliun. Besaran dana desa itu berasal dari realokasi anggaran PNPM di Kementerian Dalam Negeri.......

Rabu, 27 Maret 2013

RBM Tana Toraja Gelar Anugerah SIKOMPAK Award 2012

Pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ditingkat Kecamatan dan Lembang/Kelurahan se-Kabupaten Tana Toraja mendapat penghargaan si Kompak Award yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Ruang Belajar Masyarakat (RBM) bekerja sama dengan Satker PNPM – Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja. 

Acara yang bertajuk “Anugerah SIKOMPAK Award 2012” ini, diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2013 bertempat di Hotel Sangalla’ dan dihadiri oleh Camat, PjO Kecamatan, FK/FT dan pelaku PNPM – MPd lainnya se kabupaten Tana Toraja. 

Ketua Pokja RBM Kab. Tana Toraja, Junus N. Seang Tana, SH, menuturkan, Penganugerahan SIKOMPAK Award ini dibagi dalam 5 kategory, Yakni Kategory Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Kategory Badan Pengawas UPK (BP-UPK), Kategory Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Kategory Kader Pemberdayaan Masyarakar Desa (KPMD), dan Kategory Pendamping Lokal. Dari ke 5 kategory tersebut, akan dipilih terbaik I, II, dan III dari masing-masing Kategory. 

Penyerahan penghargaan si Kompak Award untuk category Unit Pengelola Kegiatan (UPK) diserahkan langsung oleh Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE, Sementara penyerahan hadiah untuk category BKAD diserahkan oleh Kepala BPMPL Kab. Tana Toraja, Ruben R. Randa, Untuk Kategory Pendamping Lokal (PL), diserahkan oleh Specialis MIS PNPM-MPd Prop. Sulawesi Selatan, Ady Suryadi, dan untuk category, BP-UPK diserahkan oleh Ketua Pokja RBM Tana Toraja, Junus N. Seang Tana, SH, serta untuk category KPMD diserahkan oleh Fasilitator Teknik Kabupaten (Fastekab) Tana Toraja, M. Iqbal. 

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, SE dalam sambutannya mengatakan, penghargaan yang diberikan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan yang telah melaksanakan program dengan baik. Dan upaya memotivasi para pelaku untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Tana Toraja. 

”Kembangkan semangat dan motivasi untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat, Sehingga Lembang/Kelurahan yang ada di Kabupaten Tana Toraja menjadi Lembang/Kelurahan yang sejahtera dan mandiri,”Ungkap Theofilus Allorerung, SE. 
[Fuad. A]
READ MORE - RBM Tana Toraja Gelar Anugerah SIKOMPAK Award 2012

Selasa, 12 Februari 2013

Penderita Kusta di Batulelleng Rantepao terima bantuan dari Pelaku PNPM-MPd Kab. Tana Toraja

Sebagai bentuk kepedulian pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja terhadap sesama dan sebagai rasa syukur terhadap selesainya penyelenggaraan perayaan Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, hari ini, Selasa, 12 Februari 2013, Pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, melakukan kunjungan sosial ke rumah sakit Kusta Batulelleng di Rantepao. 

Dalam kunjungan ini, pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, yang dikomandoi oleh ketua Panitia Penyelenggara Natal Oikumene Keluarga Besar PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Deddy L. Sombolinggi, ST menyerahkan sejumlah dana yang merupakan hasil dari kolekte yang dijalankan pada saat perayaan Natal yang telah dilaksanakan di ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, beberapa waktu yang lalu. 

Menurut Deddy, Dipilihnya Rumah Sakit Kusta Batulelleng di Rantepao, merupakan kesepakatan dari teman-teman pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, khususnya FK/FT dan UPK. "kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat. Walaupun jumlahnya tidaklah besar, namun yang penting adalah rasa peduli terhadap sesama yang telah ditunjukkan oleh teman-teman pelaku PNPM - MPd Kab. Tana Toraja. Kami berharap apa yang kami lakukan ini menjadi motivasi bagi komunitas-komunitas lainnya dalam rangka meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama manusia"Pungkas Deddy.
READ MORE - Penderita Kusta di Batulelleng Rantepao terima bantuan dari Pelaku PNPM-MPd Kab. Tana Toraja

Pokja RBM tingkat Kecamatan pertanyakan Payung Hukum

Kelompok kerja Ruang Belajar Masyarakat (POKJA RBM) Kabupaten Tana Toraja, tadi pagi melaksanakan kegiatan terakhir, yaitu Workshop Evaluasi TA 2012 di aula Hotel Sangalla'. Hadir dalam acara tersebut, PJOK PNPM - MPd Kabupaten Tana Toraja, yang juga adalah Sekretaris BPMPL Kab. Tana Toraja, Yurinus Tangkelangi', SH, MH, Faskab PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Ir. M. Amal Alba dan Ketua Pokja RBM, Yunus N. Seang Tana, SH.

133 peserta dari 19 kecamatan yang terdiri dari unsur BKAD, UPK, BPUPK, PL, FK/FT, TPM, serta Setrawan tampak memenuhi ruangan aula Hotel Sangalla'.

Dalam workshop evaluasi kali ini membahas tentang kegiatan RBM selama tahun 2012, terutama yang menjadi perhatian dari forum adalah Payung hukum atau legalitas dari pelaku RBM, seperti TPM, CBM, Advokasi hukum di tingkat kecamatan.

Dalam laporannya, ketua Pokja RBM, Yunus N, Seang Tana, SH menjelaskan beberapa kegiatan dan anggarannya, mulai dari workshop penetapan, penyusunan modul, TOT TPM, advokasi hukum, Community Based Monitoring (CBM) dan kegiatan media.

Sementara itu, Sekretaris BPMPL Kab. Tana Toraja, Yurinus Tangkelangi', SH, MH, yang mewakili kepala BPMPL dalam sambutannya, menyatakan bahwa Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pokja RBM tentunya ada yang terlaksana sesuai harapan, namun banyak juga yang tidak sesuai harapan. Sehingga untuk mengetahui apakah kegiatan yang direncanakan tercapai atau tidak maka perlu dilakukan evaluasi, dimana hasil evaluasi ini untuk selanjutnya digunakan sebagai pembelajaran untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang.
"Kita tentunya harus tetap optimis bahwa kegiatan RBM ini sebagai wahana untuk belajar bersama dengan tidak mengenal usia, jenjang pendidikan, latar belakang ekonomi dan RAS. RBM menjadi momentum untuk penyadaran masyarakat dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ruang public"Ujar Yurinus.

Di tempat yang sama, Fasilitator PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Ir. M. AMal Alba menekankan pentingnya semua pelaku PNPM memahami tentang evaluasi program.
"Kegiatan workshop evaluasi menjadi sangat penting agar dapat menilai secara partisipatif semua proses dan hasil kegiatan RBM Kab Tana Toraja dengan baik. Dalam Evaluasi tersebut keberhasilan yang dicapai dibandingkan dengan seperangkat keberhasilan yang diharapkan yang telah disepakati bersama dalam worksop perencanaan beberapa waktu yang lalu. Perbandingan ini kemudian dilanjutkan dengan pengidentifikasian faktor-faktor yang berpengaruh pada kegagalan dan keberhasilan sebagai bekal perbaikan pelaksanaan RBM di masa yang akan datang." Jelas Amal. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Workshop Evaluasi T. A. 2012 ini adalah dengan melakukan diskusi kelompok. dimana masing-masing kelompok dibagi menurut jabatan masing-masing, dengan rincian, Kelompok BKAD, Kelompok BP-UPK, Kelompok, Fk/FT, Kelompok UPK, Kelompok UPK, Kelompok PL, dan Kelompok Setrawan. Masing-masing kelompok membahas mengenai bidang-bidang yang telah dibentuk dalam kelembagaan RBM Tingkat Kabupaten. Setelah melakukan diskusi kelompok, kemudian masing-masing kelompok melakukan presentasi terhadap hasil pembahasan kelompoknya kemudian di tanggapi oleh forum. Dari hasil diskusi pleno yang dilaksanakan, satu hal yang menjadi rekomendasi utama dari forum adalah mengharapkan adanya payung hukum yang menjadi pegangan mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, khususnya Kelompok kerja RBM di tingkat kecamatan. Menurut mereka, yang menjadi penyebab tidak maksimalnya peran Kelompok kerja (Pokja) RBM di tingkat kecamatan adalah tidak adanya pengakuan dari pihak - pihak terkait tentang keberadaan mereka di kecamatan. [Fuad. A]
READ MORE - Pokja RBM tingkat Kecamatan pertanyakan Payung Hukum

Senin, 11 Februari 2013

Staf Khusus Wakil Presiden RI, HM Lutfhi A Mutty, Hadiri Rakor Bulanan PNPM - MPd Kab. Tana Toraja

"Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. Kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah yang dihadapi dengan mempergunakan daya/kemampuan yang dimiliki." 

Demikian yang disampaikan Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah HM Lutfhi A Mutty. dalam Acara Rapat Koordinasi PNPM - Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja, yang berlangsung di Aula kantor BPMPL Kab. Tana Toraja, Senin 11 Februari 2013. 

Menurut Lutfhi, Para Penggiat PNPM Mandiri Perdesaan berkewajiban untuk melaksanakan tugasnya dalam rangka pencapaian tujuan tersebut. 

Di tempat yang sama, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE dalam menjawab pertanyaan salah seorang peserta yang berasal dari Kecamatan Mappak, yang mempertanyakan penyebab terjadinya penuruan anggaran BLM bagi Kecamatan Mappak, menyampaikan adanya kesalahan pendataan, sehingga terjadi penurunan anggaran BLM untuk tahun Anggaran 2013. 

"Salah satu penyebab terjadinya penuruan anggaran BLM untuk tahun anggaran 2013 adalah terjadinya kesalahan pada saat pendataan. Namun demikian Pemerintah Daerah telah mengalokasikan dana tambahan untuk 2 kecamatan paling barat, yaitu Kecamatan Simbuang dan Kecamatan Mappak sebesar Rp. 1 M, sehingga kecamatan Mappak yang mendapatkan dana dari BLM sebesar Rp. 1,950 M akan mendapatkan tambahan dari Pemerintah daerah sebesar Rp. 500 Juta, menjadi Rp. 2,45 M."Jelas Bupati Tana Toraja. 

Acara Rakor Bulanan PNPM - MPd Kab. Tana Toraja tersebut, selain dihadiri oleh Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah HM Lutfhi A Mutty, juga nampak hadir Penanggungjawab Operasional PNPM-MPd Prop. Sulsel (PjoProv), Dr H Andi Syahrir Kube, SE, MSi, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE, Para Camat, Pjo Kecamatan dan Pelaku - Pelaku PNPM Se- Kab. Tana Toraja. [Fuad.A]
READ MORE - Staf Khusus Wakil Presiden RI, HM Lutfhi A Mutty, Hadiri Rakor Bulanan PNPM - MPd Kab. Tana Toraja

Sabtu, 09 Februari 2013

35 Pelajar Terima beasiswa dari UPK PNPM MPd Kec. Makale Uatara

"Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar yang kurang mampu, maka Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja akan memberikan Beasiswa bagi Pelajar SMA dan Mahasiswa dari keluarga kurang mampu se Kecamatan Makale Utara." demikian disampaikan Ketua UPK Makale Selatan, Ruth Y. Padang, pada acara penyerahan bantuan Beasiswa, Sabtu (9/2).

"Beasiswa yang akan kami bagikan kepada para pelajar dan Mahasiswa yang kurang mampu se-kec. Makale Utara ini, dananya berasal dari Surplus UPK Kec. Makale Utara Tahun Anggaran 2012, dimana untuk tahun Anggaran 2012, kami berhasil meraup surplus sebesar Rp.126.323.975. Dan hasil kesepakatan dalam MAD Tutup Buku UPK yang dilaksanakan pada tanggal 28 Januari, dan dihadiri oleh para Lurah dan tokoh masyarakat se- Kec. Makale Utara, telah disepakati untuk mengalokasi 20% dari surplus tersebut, yaitu sebesar Rp.25.264.000,-, untuk kegiatan bantuan beasiswa bagi pelajar dan Mahasiswa yang kurang mampu."Jelasnya.

"Kegiatan penyaluran beasiswa bagi pelajar kurang mampu se-kec. Makale Utara ini akan dilaksanakan secara langsung, yaitu dengan mendatangi sekolah-sekolah dari pelajar yang menjadi sasaran dari program ini.Besarnya beasiswa yang akan diberikan kepada penerima bervariasi, tergantung dari besarnya iuran yang harus dibayar seorang pelajar. Dan sasaran pertama kami adalah seorang siswa Madrasyah Aliah Negeri (MAN) Makale, yang bernama Irawaty Maisyah, yang bertempat tinggal di Kelurahan Lion Tondok Iring, Kec. Makale Utara, kemudian kami akan lanjutkan ke sasaran-sasaran berikutnya"Tambah Ruth.

Sementara itu, Fasilitator Teknik Kec. Makale Utara, Hernita Matana, ST yang didampingi oleh Fasilitator Pemberdayaan Kec. Makale Utara, Dominggus, menjelaskan proses penyaluran dana sosial ini.
"Sebelum kami berkunjung ke sekolah-sekolah tempat pelajar yang menjadi sasaran menimba ilmu, kami bersama-sama dengan Lurah dan tokoh masyarakat se - kec. Makale Utara telah melakukan pendataan pelajar yang akan menjadi sasaran kegiatan ini." Jelas Hernita.

Di tempat yang sama, Fasilitator Teknik Kabupaten Tana Toraja, M. Iqbal, ST, yang juga turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar dana sosial yang disalurkan oleh Pengurus UPK PNPM-MPd Kec. Makale Utara ini, benar-benar dapat membantu para pelajar dan mahasiswa dalam rangka melanjutkan pendidikannya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Pengurus UPK PNPM - MPd Kec. Makale Utara yang dikomandoi oleh Ruth Y. Padang, masih melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi beberapa sekolah - sekolah yang lain, seperti STM Rantelemo, beberapa SMK , dan sekolah-sekolah lainnya.[Fuad.A]
READ MORE - 35 Pelajar Terima beasiswa dari UPK PNPM MPd Kec. Makale Uatara

Senin, 28 Januari 2013

UPK Kec. Makale Utara akan salurkan beasiswa bagi Pelajar dari RTM

Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan di tingkat kecamatan, hari ini, 28 Januari 2013, Pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK)PNPM-MPd kecamatan Makale Utara, Kab. Tana Toraja, mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggungjawaban UPK atau yang dikenal juga dengan Musyawarah Antar Desa Tutup Buku.
MAD Pertanggungjawaban UPK ini, dipimpin langsung oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kec. Makale Utara, Drs, Andarias Parisa', dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Makale Utara, Petrus Ambabunga, SH.
Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Makale Utara menyampaikan permohonan maaf dari bapak Camat yang tidak bisa ikut dalam kegiatan ini, berhubung adanya tugas lain yang tidak kalah pentingnya, dan harus segera diselesaikan.
Dalam kegiatan forum MAD tersebut, UPK Kecamatan Makale Utara melaporkan seluruh hasil kegiatannya selama tahun 2012 termasuk kegiatan keuangan yang dikelolanya, terkhusus pada pengelolaan dana bergulir lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.
Salah satu hal yang mendapatkan perhatian serius dari peserta musyawarah adalah ketika Ketua UPK Kec. Makale Utara, Ruth Y. Padang, menyampaikan keberhasilannya meraup surplus pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp.126.323.975.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas dukungan yang telah diberikan kepada kami sebagai Pengurus UPK selama ini, sehingga berhasil meraup surplus sebesar Rp.126.323.975". Kata Ruth dalam laporannya.
"Sesuai dengan penjelasan yang ada dalam PTO, maka surplus UPK ini akan dialokasikan ke beberapa Pos pembiayaan, diantaranya, Penambahan Modal UPK sebesar min.50%, Dana Pengembangan Kelembagaan Max.10%, Bonus Pengurus UPK 5%, Dana Sosial Min. 5%".ujar Ruth.
"Untuk itu, forum diharapkan dapat memusyawarhkan pengalokasian surplus UPK ini, sesuai dengan petunjuk yang sudah ada"tambahnya.
Sesuai dengan petunjuk yang ada, maka peserta musyawarah menyepakati pengalokasian dana surplus UPK sebagai berikut : Dana sosial 20% (Rp. 25.264.000,-), Dana Kelembagaan 5% (Rp.5.324.000,-), Bonus Pengurus UPK 5% (Rp.Rp.5.324.000,-), Pembangungan Kantor 20% (Rp.25.264.000), dan selebihnya adalah untuk penambahan modal UPK.
Selain menyepakati pengalokasian dana surplus UPK, peserta musyawarah juga menyepakati pemanfaatan dana sosial yang sebesar Rp.25.264.000,-. Dana sosial ini akan dipergunakan untuk memberikan beasiswa bagi pelajar SMA dan Perguruan Tinggi berprestasi dari Rumah Tangga Miskin.
Pada awalanya peserta musyawarah mengusulkan untuk mengalokasi dana ini untuk pelajar SD, SMP sampai Perguruan Tinggi, namun dengan alasan bahwa untuk pelajar SD dan SMP biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi, karena masih ada subsidi pemerintah berupa pendidikan gratis, sehingga dana sosial ini akan lebih terasa manfaatnya jika dialokasikan bagi pelajar SMA sampai Perguruan tinggi. Akhirnya forum berhasil mengambil keputusan bahwa pemanfaatan dana sosial ini akan diperuntukkan hanya bagi pelajar SMA dan Perguruan tinggi yang berprestasi dan berasal dari Rumah Tangga Miskin.
Di tempat yang sama, Fasilitator Teknik Kec. Makale Utara, Hernita Matana, yang didampingi oleh Fasilitator Pemberdayaan Kec. Makale Utara, Dominggus, menyampaikan bahwa pemanfaatan dana sosial yang sudah disepakati ini harus segera di eksekusi, tentu saja setelah melalui tahap Verifikasi dari tim yang akan segera dibentuk.
"Kami berharap agar Tim Verifikasi yang akan melakukan Verifikasi terhadap calon penerima bantuan dari dana sosial ini segera dibentuk, agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, pemanfaatan dana ini sudah terealisasi, karena kita diikat oleh aturan, dimana dalam aturan dijelaskan bahwa jika dalam waktu 3 bulan dana ini tidak di eksekusi (dimanfaatkan - red), maka akan dikembalikan ke dalam kas UPK sebagai penambahan modal". Jelas Hernita.--- (Fuad.A)
READ MORE - UPK Kec. Makale Utara akan salurkan beasiswa bagi Pelajar dari RTM

Sabtu, 19 Januari 2013

ALOKASI DANA BLM KEC. REMBON MENGALAMI PENURUNAN SIGNIFIKAN

Sabtu, 19 Januari 2013, bertempat di Aula Kec. Rembon, Kegiatan Musyawarah Antar Lembang/Kelurahan (MAL/K) Prioritas Usulan Kec. Rembon T. A. 2013 secara resmi di buka oleh Camat Rembon, Martinus Paonganan, SH. 

Kegiatan Musyawarah Lembang/Kelurahan (MAK/L) Prioritas Usulan ini dipimpin langsung oleh Ketua BKAL/K kecamatan Rembon, Lukas Paluttu dan dihadiri oleh Kepala Lembang/Kelurahan se kecamatan Rembon, Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Tokoh-tokoh Masyararakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, serta beberapa undangan lain yang juga mempunyai kepedulian terhadap pembangunan daerahnya. 

Camat Rembon, Martinus Paonganan, SH dalam sambutannya menyampaikan Musyawarah Antar Lembang/Kelurahan (MAL/K) Prioritas Usulan merupakan ajang kompetisi antar desa untuk menentukan peringkat usulan-usulan yang diajukan untuk didanai oleh PNPM-MPd, baik usulan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun sarana dan prasarana. Diharapkan proses MAD Prioritas Usulan ini dapat menghasilkan keputusan yang terbaik dan dalam pengambilan keputusan nantinya lebih mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat. 

Mengenai Besaran dana BLM yang akan dikucurkan ke kecamatan Rembon untuk tahun anggaran 2013, Camat Rembon mengatakan mengalami penurunan. Dari 3 M pada tahun 2012 menjadi 1,1 M untuk tahun Anggaran 2013. 

Di tempat yang sama, Fastekab PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, M. Iqbal, ST, menyampakan tentang pentingnya pelibatan masyarakat dalam hal penyusunan RAB & Design sebuah kegiatan.

"Kalau selama ini keterlibatan masyarakat dalam hal penyusunan RAB & Design sangat kurang, maka kedepan, partisipasi masyarakat khususnya Kader Teknik yang telah menerima pelatihan akan lebih ditingkatkan, Sehingga diharapkan dengan keterlibatan masyarakat dalam penyusunan RAB & Design, permasalahan keterlambatan pekerjaan yang selama ini terjadi dapat diminimalisir”Ujar Iqbal. 

Sebagai informasi bahwa Untuk tahun Anggaran 2013 kec. Rembon mendapatkan dana BLM sebesar Rp. 1,1 M, yang mana pada tahun anggaran sebelumnya (2012) Alokasi dana BLMnya sebesar Rp. 3 M.. 

Fasilitator Teknik Kec. Rembon Rahmat Hidayat, ST, yang berhasil dikonfirmasi tentang jumlah dana BLM untuk kec. Rembon Tahun Anggaran 2013 membenarkan informasi tersebut. 

“Untuk Tahun Anggaran 2013, Alokasi dana BLM untuk Kec. Rembon mengalami Penurunan yang cukup signifikan. Kalau di Tahun Anggaran yang lalu (2012) Kec. Rembon mendapatkan alokasi dana BLM sebesar Rp. 3 M, maka tahun ini Kec. Rembon hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.1,1 M”. Ujar Rahmat. 

Dijelaskannya, bahwa penurunan alokasi dana BLM untuk kec. Rembon, dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Di satu sisi penurunan alokasi dana BLM untuk Kec. Rembon harus kita syukuri, karena salah satu indikator dalam penetapan besaran alokasi anggaran BLM suatu kecamatan didasarkan pada jumlah masyarakat miskin di kecamatan bersangkutan. Dengan terjadinya pengurangan alokasi dana tahun ini (2013) berarti masyarakat miskin sudah semakin berkurang. Namun di sisi lain, masih banyak pekerjaan pembangunan infrasturktur yang masih membutuhkan dana yang cukup besar”.Jelasnya. --- (Fuad. A)
READ MORE - ALOKASI DANA BLM KEC. REMBON MENGALAMI PENURUNAN SIGNIFIKAN

Jumat, 18 Januari 2013

Surplus 2012 UPK Kec. Sangalla' Selatan untuk Bedah Rumah RTM

Dari paparan LPJ pada Selasa (17/1) yang disampaikan Ketua UPK Kec. Sangalla' Selatan, Yohanes Sulle, dikatakan bahwa untuk Tahun Anggaran 2012 surplus UPK Kec. Sangalla' Selatan adalah sebesar Rp.95.136.992.

“Total surplus ini dirinci untuk dialokasikan pada berbagai pos kegiatan yang meliputi; Dana sosial 20,5 %, Penguatan Kelembagaan 10 % dan Bonus UPK serta untuk pos Penambahan Modal UPK”, Ujarnya.

Selain membahas MAD Pertanggungjawaban UPK Sangalla' Selatan dengan pokok bahasan penyampaian LPJ UPK, forum permusyawaratan tertinggi dalam PNPM Mandiri Perdesaan ini , juga dipakai untuk menyepakati tentang alokasi penggunaan Dana sosial sebesar Rp.14.270.000.

Fasilitator Teknik Kec. Sangalla' Selatan, Arisal Thamrin, ST, yang didampingi oleh FK Kec. Sangalla' Selatan, Welem Kala' Lembang, AMd, mengungkapkan bahwa Dana Sosial yang sebesar Rp.14.270.000,- atau 20,5% dari surplus Netto. akan dipergunakan untuk kegiatan Bedah Rumah bagi warga masyarakat Miskin (RTM) yang ada di kecamatan Sangalla' Selatan.

"Forum Musyawarah Antar Desa (MAD) telah menyepakati untuk mengalokasikan dana sosial tersebut untuk dipergunakan dalam kegiatan Bedah Rumah bagi warga masyarakat Miskin (RTM)".Ujar FT Kec. Sangalla' Selatan yang akrab disapa Ichal.

Di tempat yang sama, Asisten Faskab PNPM - MPd Kab. Tana Toraja, Syafaruddin, SP mengungkapkan harapannya agar pemanfaatan dana sosial yang berasal dari Surplus UPK ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap agar pemanfaatan dana sosial ini dapat tepat sasaran. olehnya itu FK/FT, UPK dan BKAD segera melakukan verifikasi terhadap usulan kegiatan ini. karena jika dalam waktu 3 bulan dana sosial ini tidak dieksekusi, maka dana ini akan dimasukkan ke dalam penambahan modal UPK" Jelasnya. (Fuad.A)
READ MORE - Surplus 2012 UPK Kec. Sangalla' Selatan untuk Bedah Rumah RTM