Selasa, 29 Mei 2012

MDPJ salah satu bentuk Transparansi dalam PNPM

Salah satu prinsip yang dianut dalam pelaksanaan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) adalah transparansi atau keterbukaan. Olehnya itu Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dalam Setiap kegiatan yang di danai dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) senantiasa dituntut untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, hari ini, Rabu, 30 Mei 2012, Tim Pengelola kegiatan (TPK)Kelurahan Ariang, Kec. Makale, kabupaten Tana Toraja, menyelenggarakan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban 40% untuk kegiatan Pembangunan Sarana Prasarana, berupa Rabat Beton. MDPJ 40% ini berlangsung di Baruga Kantor Kelurahan Ariang dan dihadiri oleh masyarakat, khususnya masyarakat penerima manfaat. Turut hadir dalam MDPJ tersebut PjOK Kec. Makale (Drs. Sattu Sambo) FK Kec. Makale (Duma' Patiallo, SE), FT Kec. Makale (Dewi Marlina Tengkano, ST) Ketua UPK Kec. Makale (Drs. Daniel Kala' Padang). Lurah Ariang, Chandra Sosang, S.Sos dalam sambutannya berharap agar TPK dalam melaksanakan tugasnya selalu berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan kelurahan, agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan lancar. Dalam kesempatan yang sama, FT Kec. Makale, Dewi Marlina Tengkano, ST, memberikan kesempatan kepada Tim Pengelola Kegiatan dan para peserta musyawarah agar menyampaikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penyelesaian pekerjaan yang sumber dananya berasal dari BLM PNPM-MPd ini. Permasalahan yang sempat mengemuka dalam MDPJ ini adalah masalah jangka waktu jalan yang sudah dirabat tersebut dapat dilalui kendaraan. Menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari peserta musyawarah tersebut, FT Kec. Makale, Dewi Marlina Tengkano, ST, menyampaikan jawabannya bahwa secara teknis jalan yang di rabat baru dapat dilalui kendaraan roda 4 jika telah berumur lebih dari 28 hari. Salah satu keputusan yang berhasil diambil dalam musyawarah Desa Pertanggungjawaban 40% ini adalah, Kesepakatan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa, seperti pekerjaan pembangunan duiker, talud, dan pemasangan gorong-gorong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!