Rabu, 06 Juli 2011

PLTMH Perkuat Ekonomi Perdesaan

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) menjadi salah satu solusi penyediaan listrik bagi masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau jaringan PLN.

Salah satunya contohnya di Desa Tulaktallu,Kabupaten Luwu Utara,Sulawesi Selatan. Sejak 2008 lalu, desa yang dihuni 450 kepala keluarga ini sudah bisa menikmati peneranganlistrik. Sumberenergidipasok dari empat unit PLTMH yang tiga di antaranya berasal dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dan Lingkungan Mandiri Pedesaan (LMP).

Communications Consultant PNPM Support Facility, Benedicta R Kirana mengungkapkan, sumber daya alam yang melimpah berupa sungai membuat daerah tersebut cocok untuk lokasi pembangunan PLTMH.Apalagi Desa Tulaktallu sangat sulit dialiri listrik dari PLN kendati jarak dari jaringan hanya lima kilometer.

“PLTMH yang dibangun di Desa Tulaktallu ini menjadi percontohan pemanfaatan pembangkit listrik mikro untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya kepada SINDO. Dari pantauan SINDO di Desa Tulaktallu, kendati kapasitasnya terbatas, listrikdariPLTMH telah dimanfaatkan untuk sektor produktif seperti kerajinan menjahit,pertukangan,pandai besi, pengeringan biji kakao, dan pengolahan sagu.

Aktivitas peningkatan taraf hidup ini hanya bisa dilakukan pada siang hari sebab,pada malam hari,listrik dari PLTMH dimanfaatkan untuk penerangan. Mengingat kapasitas pembangkit yang kecil,warga masih mengandalkan mesin generator set (genset) sebagai cadangan jika sewaktu-waktu, PLTMH mengalami masalah. “Jadi bukan hanya untuk sektor konsumtif saja, tetapi juga penguatan kelembagaan bisnis masyarakat,”tambahnya.

Sementara itu,Kepala Desa Tulaktallu,Mahmud,mengungkapkan, pengaruh PLTMH bagi warganya sangat besar. Masyarakat bisa menghemat biaya bahan bakar untuk penerangan yang mencapai Rp70.000 per bulan. Dengan PLTMH,setiap rumah hanya dipungut iuran Rp15.000 perbulan. “Keberadaan PLTMH ini sangat memberikan dampak positif bagi warga yang umumnya petani kakao.

Dulu banyak warga yang jadi pengangguran ketika musim panen lewat,tapi sekarang bisa melakukan usaha sampingan seperti pertukangan,” jelasnya. Terakhir,desayanghanya terletak 15 KM dari ibu kota Kabupaten Luwu Utara ini, mendapatkan bantuan PLTMHmelalui programPNPM-LMPdengankapasitas 11,5 kilowatt.Anggaran yang digunakan sebesar Rp339 juta dan mampu menerangi 64 rumah di Dusun Tumandi.

Salah seorang warga yang telah merasakan dampak kehadiran PLTMH dari segi ekonomi adalah, Seniwati, 31, pengrajin jahitan. Sejak kehadiran PLTMH, dirinya bisa menghasilkan satu setel baju perhari. Selain itu, ia juga bisa mempekerjakan tujuh orang karyawan yang notabene adalah tetangganya sendiri. “Dulukalaupakaimesinengkol, satu baju sampai seminggu pengerjaannya.

Tapi sekarang sudah bisa pakai dinamo, jadi bisa selesai dalam satu hari,” ungkapnya kepada SINDO. Wakil Bupati Luwu Utara,Indah Putri Indriani tidak menampik peran PNPM Pedesaan dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di daerah nya. Indah menambahkan,PLTMH sejauh ini umumnya masih digunakan untuk sektor konsumtif saja seperti penerangan. “Tapi itu kan memang fungsi utama PLTMH. Kami tidak bisa pungkiri jika PLTMH telah menerangi 5.000 rumah di Luwu Utara,”tandasnya

Sumber : Seputar Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!