Rabu, 15 Februari 2012

Nelayan Dapat Kucuran PNPM Mandiri Rp783 Miliar

Jakarta—Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri untuk bidang kelautan dan perikanan pada tahun 2012 akan dialokasikan sebesar Rp783,52 miliar yang digunakan mengefektifkan masyarakat pesisir termasuk para nelayan. ”Untuk tahun 2012, akan ada sebanyak 9.800 kelompok masyarakat dengan alokasi dana sebesar Rp783,5 miliar,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin.

Menurut Sharif, jumlah penerima bantuan sebanyak 9.800 kelompok masyarakat itu ditargetkan meningkat sebesar 84,49% dibandingkan dengan jumlah penerima bantuan tahun 2011 yang menyentuh 5.312 kelompok masyarakat.

Sedangkan jumlah alokasi dana sebesar Rp783,5 miliar yang telah disiapkan pada tahun 2012 itu meningkat sebanyak 91,83 persen dibandingkan dengan jumlah alokasi dana tahun 2011 sebesar Rp408,23 miliar. Jumlah sebanyak Rp408,2 miliar pada tahun 2011 itu berhasil disalurkan ke 505 kabupaten/kota serta 1.120 kecamatan dan 2.634 desa yang terdapat di seluruh Indonesia.

Lebih jauh kata Sarif, sebagai bagian dari pemberdayaan di sektor kelautan dan perikanan antara lain terdiri atas program pemberdayaan upaya mina pedesaan (PUMP) dan pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar).

Dikatakan Sharif, untuk 2012, sentra industri kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan dan menerapkan teknologi inovatif dengan kemasan serta mutu yang terjamin akan menjadi sasaran strategis KKP dalam menentukan arah kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan. ”Kami akan fokus pada peningkatan daya saing sehingga meningkatkan produktivitas dan `value added` (nilai tambah),” tegasnya.

Pemilik usaha Arimo Bimo ini menambahkan untuk mencapai tujuan tersebut, maka KKP telah menetapkan strategi yang akan ditemput antara lain pengembangan komoditas berorientasi pasar, sentra produksi dan pengolahan, infrastruktur, peningkatan keterampilan pelaku usaha, penataan sistem manajemen, serta pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Sementara realisasi capaian anggaran KKP tahun 2011, ujar dia, mencapai 91,69% atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 88,52%. ”Selain itu, realisasi anggaran KKP tahun 2011 juga lebih tinggi dari realisasi anggaran nasional yang besarnya mencapai 87%,” katanya.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan pada 2011 antara lain karena lambatnya persetujuan revisi daftar isian penggunaan anggaran (DIPA). Sedangkan penyebab lainnya adalah mekanisme dan aturan yang memerlukan waktu lama dari pihak donor terkait dengan kegiatan yang bersumber dari pemberian hibah luar negeri.** Cahyo

Sumber : http://www.neraca.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!