Rabu, 15 Februari 2012

PNPM Lakukan Sunatan Massal

Sebanyak 60 orang anak tidak mampu se Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengikuti sunatan massal.

Kegiatan yang diprakarsai lembaga sosial Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) di kecamatan itu dibuka Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Senin.

Bupati memuji kepedulian PNPM Mandiri di wilayah kerjanya karena mampu membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat melalui program nyata yang perubahannya dirasakan masyarakat.

"Saya memperhatikan kegiatan PNPM dan ternyata dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan yang luar biasa," kata Bupati yang menyatakan kesiapannya untuk terus membantu program sosial kemasyarakatan tersebut.

Ia kemudian mengungkap keinginan beberapa pemerintah daerah yang mencoba mempengaruhi pengambil keputusan di tingkat pusat agar dana PNPM melalui Pemda, namun atas argumentasi tiga kabupaten yang sudah merasakan keberadaan PNPM termasuk Bantaeng, maka dana program tersebut tetap langsung kepada lembaga yang bersangkutan.

Tiga kabupaten pada Rapimnas beberapa waktu lalu berhasil membuktikan bahwa kehadiran PNPM justru sangat membantu. Karena itulah, berapapun dana co-sharing yang diperlukan, Pemda akan siapkan, ucapnya.

Ini penting sebab tidak mungkin Pemerintah memikirkan semuanya. Bahkan dalam kegiatan PNPM tersebut juga ada nilai kegotongroyongan, tambah Bupati yang juga memuji manajemen keuangan PNPM karena yang digunakan untuk melakukan kegiatan sosial diambil dari dana surplus.

"Ini sangat luar biasa sebab biasanya dana surplus itu dibagi habis, namun PNPM di Bantaeng justru memanfaatkan untuk kepentingan sosial sehingga anak-anak bisa mengikuti sunatan dengan gratis," ujarnya.

Bupati mengemukakan kemajuan teknologi di bidang kesehatan yang semakin canggih sehingga sunatan yang juga merupakan keharusan bagi ummat Islam ini sudah semakin maju.

"Dulu, sunatan itu masih terasa sakit, sekarang dengan perkembangan teknologi kedokteran, usai disunat, sudah bisa langsung pakai celana. Karena itulah, ia berharap, masyarakat terus memberi dukungan agar Pemda bisa terus memanjakan masyarakatnya," ucapnya.

Ia kemudian menyebut kehadiran Brigade Siaga Bencana (BSB) yang selalu siap membantu masyarakat. Cukup telepon ke 113, ambulance yang lengkap dengan dokter dan perawatnya akan datang.

"Pokoknya kalau ada yang sakit, telepon BSB, tenaga medis akan langsung memberi bantuan," ujar Bupati.

Ketua Panitia Baksos Sunatan Massal, Eka Susanti melaporkan berbagai program PNPM Mandiri di wilayahnya, termasuk program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraannya.

Khusus pelaksanaan sunatan massal, ucap Eka, dilakukan kerjasama Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bantaeng dengan melibatkan tujuh orang tenaga medis dan paramedis.

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!