Selasa, 06 Maret 2012

"DeMAM" Berpotensi Gantikan PNPM-MPD

KUPANG - Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah (DeMAM) yang dicanangkan Pemerintah Gubernur Frans Lebu Raya di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2011, berpeluang menggantikan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) yang akan berakhir pada 2014.

Peluang tersebut, kata Ketua Bappeda NTT wayan Darmawa, di Kupang, Kamis (16/2/2012), setelah tim koordinasi nasional penanggulangan kemiskinan dari Kantor Wakil Presiden mengunjungi beberapa Desa Mandiri Anggur Merah di NTT untuk melihat dari dekat pelaksanaan program di lapangan.

"Tim berkesimpulan bahwa program DeMAM sangat tepat untuk mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga bisa berpeluang menggantikan PNPM-MPd yang akan berakhir pada 2014," katanya menambahkan.

Program Desa Mandiri Anggur Merah - Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera - adalah program pembangunan ekonomi rakyat yang diluncurkan Gubernur NTT, Frans Lebu raya pertama kali pada 20 Desember 2010 bertepatan dengan HUT ke 52 Provinsi NTT.

Dalam program ini, setiap desa/kelurahan diberikan suntikan dana hibah sebesar Rp 250 juta dari APBD NTT untuk membangun usaha ekonomi produktif sebagai salah satu langkah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Wayan menjelaskan dana yang bersumber dari APBD NTT itu tidak dikembalikan kepada pemerintah tetapi digulir ke desa lainnya sebagai modal di desa dan seluruh masyarakat desa bisa memanfaatkan dana itu untuk usaha ekonomi produktif.

"Dengan adanya dana DeMAM, masyarakat desa tidak perlu lagi ke kota untuk meminjam modal usaha di bank, kataya dan menambahkan pada setiap desa mandiri anggur merah ditempat seorang petugas yang direkrut pemerintah sebagai pendamping kelompok masyarakat (PKM) untuk membentuk kelompok, sekaligus membantu mempersiapkan masyarakat dalam mempersiapkan usaha ekonomi produktif. "Bagaimanapun kita harus bangga bahwa Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) akan menjadi salah satu referensi bagi pemerintah pusat dalam menyiapkan program pemberdayaan ekonomi nasional, menggantikan PNPM-MPd yang akan berakhir pada 2014," katanya.

Mengenai daya tarik tim koordinasi nasional dari Kantor Wakil Presiden itu, Wayan mengatakan mereka tertarik karena selain program ini berdampak langsung kepada masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan yang luar biasa dari lembaga-lembaga internasional.


Sumber : http://www.nttprov.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!