Sabtu, 19 November 2011

Langkah Awal Workshop Penyusunan Modul RBM PNPM-MPd Tana Toraja

Hari ini, Sabtu 19 November 2011, bertempat di Aula Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Lembang Kab. Tana Toraja, Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM-MPd Kabupaten Tana Toraja menyelenggarakan Konsolidasi kegiatan Workshop Penyusunan Modul Ruang Belajar Masyarakat. Kegiatan awal penyusunan modul ini dihadiri oleh seluruh Pengurus dan tim Pokja Serta Koordinator Divisi RBM PNPM-MPd Kab. Tana Toraja. Selain para pengurus RBM yang telah terbentuk, juga nampak hadir Tim Fasilitator Kabupaten dan beberapa Fasilitator kecamatan.

Fasilitator Kabupaten PNPM-MPd Kab. Tana Toraja, Suherman Asiz, SP mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum melaksanakan workshop penyusunan modul yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 23 November mendatang.

"Tujuan pengembangan RBM adalah terbentuknya proses belajar kolektif masyarakat, tersedianya sarana dan prasarana menunjang peningkatan kapasitas masyarakat. Selain itu, berkembangnya kegiatan berbasis pengalaman lokal, diperkuatnya peran dan tugas pelaku dalam pengembangan ruang belajar serta dikembangkannya tempat pelatihan masyarakat desa, kecamatan dan kabupaten,"Kata Suherman

Pada kesempatan yang sama, salah seorang pemerhati pemberdayaan masyarakat, yang juga adalah tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Toraja, Bapak Allosius Lande' mengatakan
"Dalam proses penyusunan Modul, hal yang perlu diperhatikan adalah, uraian modul (meliputi tujuan, peserta pemandu/pelatih, Hasil yang diharapkan , dan Materi pelatihan)."

Allosius Lande', yang akrab disapa Bung Allo, menambahkan "Alur pelatihan mencakup peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Matriks Kurikulum (Pokok Bahasan, Subpokok bahasan, Tujuan pembelajaran, metode/media, ringkasan langkah fasilitasi, Rujukan Bahan Bacaan) Langkah Fasilitasi (Lesson Plan) dan bahan bacaan."

Sementara itu Ketua Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM-Mandiri Perdesaan Kab. Tana Toraja, Bapak Yunus mengharapkan bahwa dengan tersusunnya modul pelatihan yang representative dan bermuatan lokal dengan didasari panduan nasional, dapat digunakan untuk memperkuat pelaku program dalam perubahan sikap mental menuju pembangunan partisipatif.

Salah satu keputusan penting yang sempat diambil dalam kegiatan ini adalah disepakatinya waktu pelaksanaan workshop penyusunan modul serta draft modul pelatihan masyarakat, serta tersusunnya Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda di sini......!!!!!!